Aset AAF Akan Diambil Alih Petrokimia Gresik

Aset AAF Akan Diambil Alih Petrokimia Gresik

- detikFinance
Kamis, 04 Mei 2006 17:47 WIB
Jakarta - Aset bekas pabrik pupuk Asean Aceh Fertilizer (AAF) rencananya akan diambil alih oleh PT Petrokimia Gresik. Aset AAF yang ada di Lhokseumawe, Aceh, akan direlokasikan ke Tuban untuk mendekatkan lokasi cadangan gas di Jawa Timur dengan dieksplorasinya blok Cepu."Belum tertuang dalam perencanaan, tapi sudah ada pembicaraan dengan Dirut Petrokomia Gresik," kata Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) Benny Wahyudi saat konferensi pers di Gedung Depeprin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (4/5/2006).Sebelum dilikuidasi, pabrik AAF membutuhkan gas sebesar 60 MMSCFD. Namun karena sulitnya mendapat pasokan gas, AAF akhirnya tidak bisa bertahan hidup.Menurut Benny, pihaknya merespons positif atas rencana Petrokimia tersebut. Apalagi selama ini permasalahan pupuk selalu diawali dari Jawa Timur (Jatim), yang kemudian merembet ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.Kebutuhan pupuk di Jatim mencapai 1,2 juta ton, tapi Petrokimia Gresik hanya mampu menghasilkan 460.000 ton. Akibatnya kekurangan pupuk, sangat tergantung dari pabrik pupuk lainnya. "Yang penting supaya tidak terjadi masalah di Jawa Timur. Ini harus dibaca secara wise," katanya. Sementara untuk pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) I dan II, menurut Benny, sejak 1 Mei sudah bisa beroperasi. Sedangkan pabrik Pupuk Kujang 1A sudah bisa beroperasi dengan bantuan Japan Bank For International Cooperation (JBIC)."Untuk biaya pabrik, Pupuk Kujang membayarnya dari pinjaman pemerintah yang berasal dari JBIC. Nanti Pupuk Kujang bayar ke pemerintah, ini juga babak belur. Makanya ini suatu rencana pabrik Kujang adalah me-rescheduling utangnya," tambahnya. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads