Kisah Bisnis Ahmad Sahroni, 'Sultan' Priok yang Digadang Jadi Calon DKI 1

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 04 Jan 2022 22:22 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Foto: Muhammad Ridho: Crazy Rich Tanjung Priok Ahmad Sahroni
Jakarta -

Pengusaha Ahmad Sahroni digadang-gadang menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kabar itu mencuat seiring masa jabatan Anies yang habis pada Oktober 2022 nanti.

Ahmad Sahroni sendiri dikenal sebagai crazy rich Tanjung Priok. Kesuksesannya menjadi seorang 'Sultan' diraih dengan kerja keras.

Sebelum di titik sekarang, ternyata dulunya Roni hanya anak kecil yang bekerja sebagai ojek payung. Singkat cerita, setelah lulus dari bangku pendidikan, dia pun langsung bekerja menjadi sopir seorang bos perusahaan BBM.

Kala itu, dia bisa menjadi seorang sopir karena bantuan saudaranya yang merupakan rekan dari sang bos perusahaan besar itu.

"Gw dulu diajak om gw sopir, nyopir salah satu bos minyak dan kantornya di Semper, itu perusahaan keluarga, kebetulan gw punya om sama bos nomor 3 itu kawan kuliah, kawan sekolah, dan akhirnya gw dijadiin sopir di perusahaan itu di bos ke-4," kata pria yang akrab disapa Roni itu, dalam acara Ask D'bos detikcom pada 17 Maret 2021, dikutip Selasa (4/1/2022)

Nah, dari sini perjalanan hidup Roni dimulai. Setelah menjadi sopir, dia sempat bekerja di kapal pesiar di Miami, Florida Amerika Serikat, di kapal bernama Celebrity Cruise Line.

Namun kerja di sebuah kapal pun tidak bertahan lama, sampai akhirnya dia kabur dan menjadi waiters di Chinatown, Atalanta, Amerika Serikat (AS). Di sana pun, dia hanya bertahan sekitar 3 bulan dan bekerja sebagai pelayan di Chinatown.

Tak bertahan lama, pada tahun 2000 Roni balik ke Indonesia dan bekerja kembali menjadi sopir seorang bos perusahaan minyak.

Tidak hanya menjadi sopir, Roni secara tidak langsung ikut membantu pekerjaan bosnya itu. Dalam situasi ini tidak disia-siakan Roni, dirinya pun mengerjakan tugas sesuai arahan bosnya.

"Nah pada saat kalau sudah dugem dia mabok, nggak pulang, nah di kantor kan pada nyariin dia, karena dia nyari nggak ada, namanya juga bos, direktur, nah dia nyuruh gw tuh kerja, 'dah lu kerja nih kapal ini, tar lu tanya si ini, ini'," ceritanya.

"Jadi dia yang nyuruh gw kerja, gw kerja yang di lapangan dengan tim, jadi gw kerja, sopir, nemenin dia dugem, juga kerjain kerjaan dia di kantor, setelah itu nemenin dia lagi, dugem lagi, besoknya begitu lagi," tambahnya.

Setelah bertahun-tahun menjadi sopir yang sekaligus mengerjakan kerjaan bos, akhirnya Sahroni pun banyak ditawari oleh teman maupun perusahaan lain untuk memimpin sebuah perusahaan.

Semua sudah dilakukannya sampai akhirnya memiliki perusahaan BBM sendiri setelah kurang lebih 8 tahun. Dia pun diuntungkan karena sudah memiliki banyak mitra karena sebelumnya pernah menangani langsung lewat perusahaan bos nya.

Simak juga Video: Lika-liku Formula E Jakarta: dari Monas Hijrah ke Ancol

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)