SBY: Berantas Korupsi di Pertamina
Jumat, 05 Mei 2006 06:30 WIB
Jakarta - Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono memberi instruksi langsung kepada Meneg BUMN Sugiharto dan Dirut Pertamina Ari Soemarno untuk mempercepat proses restrukturisasi dan reformasi di tubuh Pertamina. Pertamina harus menjadi perusahaan kelas dunia."Cegah dan berantas korupsi di Pertamina. Ini adalah era baru," tandas Presiden SBY kepada wartawan. Jumpa pers SBY yang diikuti wartawan detikcom Budiono Darsono ini digelar di atas pesawat Kepresidenan Airbus A-330 Garuda Indonesia, Kamis (4/5/2006) dalam penerbangan dari Yordania menuju Jakarta.Hal lain yang diinstruksi langsung oleh Presiden SBY ke Pertamina itu antara lain Pertamina diminta untuk mengubah cara berpikir dan kultur yang selama ini melekat di tubuh Pertamina. Pertamina, seperti ditekan SBY, harus mampu menjalankan roda bisnis secara profesional, efektif dan efisien."Di dalam berbisnis Pertamina harus memperoleh margin yang pantas. Tinggalkan bisnis yang hanya menghasilkan margin yang kecil," kata SBY. Sebab, menurut SBY, jika Pertamina masih menjalankan pola-pola lama, yang hanya mampu menghasilkan margin yang kecil, Pertamina akan lumpuh. "Pertamina besar tapi lumpuh jadinya," tandas SBY.Instruksi Presiden SBY tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah memberikan peran yang besar kepada Pertamina. Peran itu antara lain diberikan dalam rangka kemitraan dengan perusahaan perusahaan minyak Timur Tengah. Berbagai kesepatan membangun kilang minyak di Indonesia, sudah dikantongi Presiden SBY dalam kawatannya ke Timur Tengah kali ini.Kemitraan yang nilai investasinya berkisar US$ 7-8 miliar itu, dari pihak Indonesia akan melibatkan Pertamina. Oleh sebab itu, Pertamina diminta SBY untuk mempercepat proses restrukturisasi dan reformasi di tubuh Pertamina. "Jangan sia-siakan peluang besar yang sudah ada di tangan kita," tandas SBY.
(bdi/)