ADVERTISEMENT

Sakit Hati Bansos Dikorupsi, Sri Mulyani: Sangat Banget!

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 07 Jan 2022 14:23 WIB
pOster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui dirinya merasa sakit hati ketika uang bantuan sosial dikorupsi. Sebagai penjaga APBN, Sri Mulyani merasa mencurahkan seluruhnya untuk menjaga uang rakyat tersebut.

Hal itu diungkapkannya saat dia menjadi tamu di acara Podcast Deddy Corbuzier yang tayang Kamis (6/1/2022).

Awalnya Sri Mulyani menjelaskan bahwa menjadi Menteri Keuangan sangat tidak mudah. Menurutnya banyak pihak yang masih menyederhanakan pengelolaan uang negara.

"Kadang orang lihat saya Menkeu perempuan, terus orang lihatnya Bu saya butuh duit, terus kasih. Bu tolong ini harus dibayar. Tapi mereka nggak tahu ngeluarin duit atau mungut dari rakyat itu semua butuh undang-undang," tuturnya.

Sri Mulyani kemudian menjelaskan panjang lebar mengenai pengelolaan APBN. Bagaimana rumitnya menyusun kerangka APBN, hingga menyiapkan strategi bagaimana menggenjot pendapatan negara hingga mengelola belanja negara.

Lantas Deddy bertanya, jika Sri Mulyani begitu bekerja keras mengelola uang rakyat, apakah merasa sakit hati ketika bansos yang juga berasal dari APBN dikorupsi.

"Artinya ketika kemarin misalnya ada tiba-tiba korupsi dari dana bansos, rakyat dapat sarden yang isinya hanya air doang dengan ikan sedikit, sakit hati?" tanya Deddy.

"Sangat, sangat banget dong, ded. Basicly kan masalah uang negara, APBN itu uang kita. Kita selalu pakai hashtag uang kita. Karena kita ambil uang itu dari perekonomian, rakyat," jawab Sri Mulyani.

Dia kemudian menjelaskan bahwa uang yang ada di APBN adalah uang rakyat. Karena sebagian besar berasal dari pajak. Mulai dari perusahaan, usaha kecil dan menengah, hingga dari gaji para pekerja yang gajinya tidak masuk dalam PTKP (penghasilan tidak kena pajak) atau memiliki gaji di atas Rp 4,5 juta per bulan.

Oleh karena itu, menurut Sri Mulyani sangat berhak bagi rakyat untuk marah ketika tahu uang dari APBN dikorupsi.

"Sangat boleh, sangat boleh sekali. Harus marah, karena uang negara kan harus dikelola dan dijaga secara transparan," tegasnya.

(das/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT