Eddie Ditahan, Lalu Dilengserkan?

Sas Sus di Tubuh PLN

Eddie Ditahan, Lalu Dilengserkan?

- detikFinance
Jumat, 05 Mei 2006 11:26 WIB
Jakarta - Sas sus pergantian Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Eddie Widiono telah lama muncul. Isu itu makin menguat seiring ditahannya Eddie karena tersandung kasus korupsi PLTGU Borang. Banyak kepentingan yang bermain di tengah upaya penegak hukum menuntaskan kasus korupsi di perusahaan setrum ini. Bau tak sedap ini telah lama muncul ketika Mabes Polri mulai menyelidiki kasus korupsi pengadaan mesin pembangkit yang menurut penyidik telah merugikan negara Rp 122 miliar. Isu pergantian perlahan-lahan mulai berkembang setelah beberapa pejabat PLN, seperti Direktur Pembangkit dan Energi Primer Ali Herman Ibrahim dan Deputi Direktur Pembangkit Primer Agus Darmadi 'dipaksa' Mabes Polri untuk menikmati sumpeknya sel tahanan.Semula banyak pihak yang menduga dan yakin, termasuk orang dalam PLN sendiri, penahanan kedua petinggi itu hanyalah sasaran antara saja. Target utamanya tetap dirut PLN, Eddie Widiono. Seorang sumber detikcom di PLN pun memprediksikan (ketika sebelum Ali Herman dan Agus Darmadi ditahan) Eddie bakal menjadi tersangka dan akan dilengserkan secara paksa. Ternyata separuh dugaan itu benar, kini Eddie telah menjadi tersangka. Bahkan ditahan!Dengan penahanan ini, langkah Eddie untuk terus memimpin perusahaan 'basah' ini akan semakin terganjal. Jangan-jangan, pelengseran Eddie tinggal menunggu waktu! Keterpurukan Eddie di tengah rencana BUMN - yang merugi terus ini- membuat mega proyek pembangkit listrik hingga 10 ribu MW, bukan hal yang mustahil jika ada pihak-pihak yang merasa diuntungkan. Kabar yang santer terdengar dan dibicarakan, ada sejumlah orang dalam PLN sendiri yang berkeinginanagar Eddie segera lengser dari kursi empuknya. Namun kabar ini beberapa kali dibantah oleh PLN.Sejumlah nama pun berseliweran menggantikan Eddie, sebelum bos PLN ini masuk bui. Kabar ini pun membuat bursa calon dirut PLN makin memanas. Isu yang beredar sejumlah nama muncul menjadi calon kuat dirut PLN seperti Direktur Pelayanan dan Niaga PLN Sunggu Aritonang dan Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Ali Herman Darnel Ibrahim. Sedangkan dari kalangan luar PLN muncul nama bekas Dirut Indonesia Power Abimanyu Suyoso, Ketua Komisi VII DPR Agusman Effendy, Sekjen Departemen ESDM Luluk Sumiarso, dan belakangan muncul nama Al Hilal Hamdi yang kini menjadi Komisaris Utama (Komut) PLN.Anggota DPR dari F-PAN Rizal Djalil sebelumnya juga telah mencium kuatnya aroma politis dalam kasus PLN itu. Dia melihat adanya kelompok yang 'kebelet' masuk jajaran direksi PLN. "Kami ingatkan agar pemerintah dalam hal ini, Meneg BUMN berhati-hati. Jangan grusa-grusu, karena saya melihat memang banyak yang kebelet berkuasa di PLN," katanya kepada detikcom dalam sebuah kesempatan.Persaingan perebutan kursi dirut PLN ternyata sampai ke kalangan istana di Merdeka Utara dan Merdeka Selatan. Ada kabar kuat kerabat dari orang penting di Merdeka Utara mengincarnya. Tentu saja, kepentingannya adalah kepentingan proyek semata. Soalnya bakal banyak proyek besar yang akan digarap PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Begitu juga di kalangan istana Merdeka Selatan, aroma perebutan pun tercium.Sejumlah petinggi PLN pun dikabarkan ikut ambil bagian dalam upaya menjungkalkan Eddie dari kursinya. Bahkan mereka berupaya menggosok orang dekat istana Merdeka Utara untuk mempercepat proses pergantiannya, tanpa harus menunggu RUPS. Kabar yang beredar, ada kerabat menteri yang juga turun meramaikan pelengseran Eddie ini. Langkah itu dirasakan makin mudah dengan status Eddie yang saat ini sebagai tahanan.Petinggi PLN lain pun tak cuma merapat ke istana Merdeka Utara. Mereka juga mendekati istana Merdeka Selatan. Namun orang penting Merdeka Selatan agaknya ingin pergantian itu berjalan smooth melalui RUPS, dengan menggadang seorang calon. Namun tetap saja judulnya sama: pria kelahiran Malang 15 Mei 1953 itu harus lengser! Benarkah isu-isu yang menyeret-nyeret kalangan dua istana ini? Namanya juga isu, bisa benar bisa salah. Namun, cerita ini sudah menyebar di kalangan tertentu, juga di PLN dan kementerian BUMN. Untuk kepastiannya, memang harus ditunggu. Eddie pun mungkin tahu ada orang-orang di dekatnya yang menginginkan dirinya cepat lengser. Makanya kabar santer yang beredar penunjukan Djuanda Nugraha Ibrahim sebagai pelaksana harian (Plh) dirut PLN bukan tanpa perhitungan Eddie. Kuat dugaan penunjukan direktur SDM dan Organisasi PLN sengaja dilakukan Eddie untuk mengamankan dirinya, walaupun sebelumnya juga Djuanda juga telah memegang jabatan yang ditinggal Ali Herman Ibrahim. Sebelumnya, Ali Herman telah ditahan lebih dulu dalam kasus yang sama. Tak hanya di level top pemerintahan negeri ini yang berkeinginan agar Eddie lengser dan diganti. Di kalangan grass root pun terbangun isu agar Eddie lengser, ini terlihat dari begitu banyaknya aksi yang meminta Eddie turun dari singgasananya. Terlepas apakah aksi itu sengaja didesain atautidak, yang pasti penolakan itu tetap ada.Menanggapi berbagai tekanan terhadap Eddie, ternyata Menneg BUMN Sugiharto menilai saat ini belum ada alasan kuat untuk mengganti Eddie. Dia juga belum berpikir untuk mengganti Eddie Widiono, meski Mabes Polri sudah menetapkannya sebagai tersangka. "Saya belum berpikir untuk menonaktifkan," ujar Sugiharto.Lain Sugiharto, lain lagi suara di Kementerian BUMN. Sumber detikcom di kantor Jalan Wahidin ini, Jumat (5/5/2006) mengungkapkan pergantian dirut PLN pasti akan dilakukan, akan tetapi tidak dalam waktu dekat ini. "Akan tidak baik isu yang muncul nantinya. Kan tidak lucu, kalau baru ditahan lalu diganti," kata sumber itu.Soal penahanan Eddie yang memang disengaja agar dia dilengserkan, sumber itu tidak membantahnya. "Kamu kan lebih tahu dari saya, jadi tak perlu dijawabkan" kata dia sambil tertawa.Terlepas dari berbagai isu pergantian, namun saat ini pemerintah memang belum memberikan sinyal untuk pencopotan alumni teknik elektro ITB ini. Bagaimana kelanjutan drama pergantian ini, kita tunggu saja! Kabarnya sih, RUPS akan digelar sebentar lagi. (asy/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads