AS 'Babak Belur' Sama Omicron, Pekerja Ketakutan Masuk Kerja

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 07 Jan 2022 18:00 WIB
Munculnya varian Omicron membuat warga di berbagai negara dunia waspada. Di AS, warga kembali beraktivitas menggunakan masker dan ramai-ramai divaksin COVID-19.
Omicron di AS/Foto: AP Photo
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) diserang lonjakan kasus COVID-19 karena didorong oleh varian Omicron. Hal ini mengganggu sejumlah bisnis seperti restoran, maskapai penerbangan, hingga toko roti yang harus tutup.

Montclair Bread Co ditutup akhir pekan lalu setelah seperempat stafnya dinyatakan positif COVID-19. Toko roti itu kehilangan 25% dari penjualan bulanannya. "Seluruh staf diuji lagi dan semoga kembali sehat," kata Pemilik Montclair Bread Co, Rachel Wyman dikutip dari CNN, Jumat (7/1/2022).

Meski diliburkan, Wyman tetap membayar karyawannya selama seminggu. Uang itu dikeluarkan dari anggaran pribadi, sehingga dirinya sampai terlambat membayar sewa rumah.

Diharapkan toko rotinya itu bisa buka lagi akhir pekan ini. Sayangnya pada Rabu (5/1) ditemukan bahwa dua karyawannya dinyatakan positif COVID-19 dengan varian Omicron.

Tak hanya Montclair Bread Co, Apple (AAPL) minggu lalu memutuskan untuk menutup semua tokonya di New York City. Sementara Macy's (M) akan mempersingkat jam operasional di Senin-Kamis untuk bulan ini.

Beberapa pekerja jatuh sakit. Mereka yang sehat memutuskan untuk tinggal di rumah karena takut tertular virus COVID-19 Omicron hingga membuat negara tersebut kekurangan tenaga kerja.

Pada Rabu, enam karyawan Starbucks (SBUX) di Buffalo yang baru-baru ini memilih bergabung dengan serikat pekerja memutuskan untuk keluar, dengan alasan masalah kesehatan. Pemogokan mendorong toko untuk tutup sementara.

(aid/fdl)