Holding Pangan Resmi Terbentuk, Saham 5 BUMN Dialihkan ke RNI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 07 Jan 2022 19:45 WIB
Gedung PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Mega Kuningan Jakarta
RNI/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Saham lima BUMN pangan, yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, dan PT Garam resmi dialihkan ke PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sebagai induk Holding BUMN Pangan.

Hal ini menandai resmi terbentuknya Holding BUMN Pangan dengan dilakukan penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah antara RNI dan kelima BUMN Pangan yang terselenggara pada hari Jumat, 7 Januari 2022.

Hal tersebut setelah mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 118 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke dalam modal saham PT RNI (Persero), serta dilengkapi dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 555/KMK.06/2021 tentang Penetapan Nilai Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Modal Saham PT RNI (Persero) yang juga telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan, pembentukan holding BUMN menciptakan nilai tambah, efisiensi, penguatan rantai pasok, hingga inovasi bisnis model. Adanya holding BUMN Pangan juga menjadi prioritas utama dalam transformasi industri pangan mengingat Indonesia sebagai negara agraris.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan penandatanganan Akta Inbreng merupakan momentum bersejarah mengingat terdiri atas penggabungan BUMN-BUMN Pangan menjadi satu holding BUMN Pangan.

Pahala menambahkan terbentuknya Holding BUMN Pangan ini juga sesuai keinginan Presiden Jokowi bahwa Indonesia membutuhkan sebuah BUMN pangan yang kuat melalui kemandirian pangan untuk merealisasikan visi Indonesia 2045 khususnya pada sektor pangan untuk peningkatan ketahanan pangan nasional.

"Dengan terbentuknya Holding BUMN Pangan diharapkan akan memperkuat sektor pangan secara keseluruhan dengan menggabungkan kekuatan secara bersama-sama, melalui upaya-upaya strategis juga dilakukan mulai dari meningkatkan kapasitas produksi, perluasan akses market dan jaringan distribusi pangan. Melalui Holding BUMN Pangan juga dapat mengoptimalkan aset yang potensial, mengandalkan supply chain serta penerapan teknologi dan digitalisasi bisnis," jelas Pahala dalam keterangan resmi, Jumat (7/1/2022).

Berlanjut ke halaman berikutnya.