Sejarah Boneka Arwah: Muncul saat Krisis 1929, Mimpi Bisa Bikin Kaya

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 09 Jan 2022 08:33 WIB
Koleksi boneka arwah Furi Harun.
Ilustrasi boneka arwah/Foto: Dok. Instagram @bonekafuriharun

Kembali ke Tundjung, dia menjelaskan keberadaan spirit doll dalam mitologi Jawa erat kaitannya dengan perkembangan animisme dan dinamisme. Dalam berbagai khazanah dan pustaka sejarah, disebutkan bahwa sejak zaman Mesolitikum sudah muncul kepercayaan terhadap kekuatan roh.

Kemudian hadirnya paham Hindu-Budha semakin memperkuat kepercayaan terhadap roh yang sebelumnya sudah ada. Menurut Tundjung, kepercayaan terhadap roh yang sebelumnya ada mendorong manusia untuk hidup dan membangun harmonisasi dengan entitas roh tersebut.

Nah dari hasil harmonisasi itulah yang melahirkan perilaku menghadirkan roh dalam visualisasi diri orang dan boneka atau benda bertuah. "Dalam tradisi seni pertunjukkan, menghadirkan roh dalam penampilannya banyak dijumpai di Jawa seperti Jathilan, Sintren, Jaran Kepang, dan sebagainya," tuturnya.

Dalam mitologi Jawa ada perilaku supranatural menggunakan media visual seperti boneka untuk berdialog dengan entitas arwah contohnya jalangkung. Sedangkan, di daerah lain disebut Nini Thowok atau Nini Thowong.

"Kalau Jalangkung itu dipersonifikasikan sebagai figur laki-laki, maka boneka arwah yang personifikasinya perempuan disebut dengan Nini Thowok," jelasnya.


(aid/zlf)