Startup Pengelolaan Sampah Dapat Suntikan dari Fund

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 10 Jan 2022 12:12 WIB
FILE - In this Oct. 19, 2021, file photo, Milky storks stand on garbage in Jakarta Bay in Jakarta, Indonesia. Jakartas waters are polluted, contributing not only to a lack of clean drinking water, but also making flooding more likely during the rainy season. (AP Photo/Achmad Ibrahim, File)
Foto: AP/Achmad Ibrahim

"Model fit-for-purpose Reciki yang sesuai dengan tujuan ini, memungkinkan pemrosesan sampah menjadi lebih baik dan cepat, sehingga berpotensi meningkatkan pemulihan dan daur ulang plastik secara nasional. Bermitra dengan tim Reciki dan Danone Aqua sebagai co-investor, kami percaya Reciki dapat memanfaatkan modal tersebut dan segera menjadi penyedia solusi terbaik untuk kota-kota di seluruh Indonesia," katanya.

"Dan, kami menantikan peluang bagi jaringan investor kami di CCOF, yang meliputi PepsiCo, Procter & Gamble, Dow, Danone, Chanel, Unilever, The Coca-Cola Company, Chevron Phillips Chemical, dan Mondel─ôz International, untuk memberikan bantuan teknis dan keahlian pengadaan, serta akses ke rantai pasokan global kepada Reciki untuk dampak yang lebih besar pada ekonomi sirkular plastik." katanya.

Saat ini, 36% sampah plastik dikelola dengan cara pembakaran terbuka dan menyumbang sebanyak 91% dari total carbon footprint sampah plastik Indonesia1. Pendanaan ini akan membantu Reciki untuk memperluas kapasitasnya saat ini dan mewujudkan dampak lingkungan yang kuat agar dapat mencegah 400.000 ton kebocoran polusi plastik, menghindari lebih dari 700.000 ton greenhouse gas emissions (CO2e) dan mengelola hampir 3 juta ton sampah selama periode 10 tahun.

Model Reciki memaksimalkan sumber daya melalui kerja sama dengan mitra pengumpul sampah lokal, sehingga menghasilkan pengurangan biaya dan retensi pemain dan pekerjaan lokal. Hal ini memulihkan dan mendistribusikan hampir semua bahan: plastik bernilai tinggi, plastik bernilai rendah, sampah organik, dan bahan daur ulang lainnya untuk mencapai pengelolaan aliran sampah yang efektif yang memajukan sirkularitas plastik.

"Kami menanti bermitra dengan Circulate Capital untuk mengembangkan dan meningkatkan skala operasi kami guna memenuhi permintaan mendesak akan pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan. Kami percaya solusi milik kami dapat mengubah industri pengelolaan sampah Indonesia, mengurangi krisis polusi plastik, dan memberikan nilai lebih dari bahan bekas - dengan langkah yang memberdayakan masyarakat lokal untuk menjadi bagian dari solusi." kata Bhima Aries Diyanto, CEO dan Pendiri Reciki.

Sebagian pinjaman yang diberikan kepada Reciki mendapat jaminan kredit dari United States International Development Finance Corporation (DFC) yang berkolaborasi dengan United States Agency for International Development (USAID). Adanya jaminan ini mengurangi risiko investasi dan mendemonstrasikan manfaat blended finance.

"Investasi Circulate Capital Ocean Fund di Reciki adalah jenis investasi swasta yang tepat dan menarik bagi DFC untuk dikatalisasi. Kemitraan kami dengan Ocean Fund memungkinkan Reciki untuk menunjukkan profitabilitas model bisnis terukur yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi di Indonesia dan sekitarnya. Investasi ini akan menciptakan lebih dari 400 pekerjaan yang aman dan stabil sekaligus mencegah sampah plastik mencapai laut dan menghindari emisi karbon ke atmosfer." ungkap Vice President DFC bagian Pengembangan Kredit, Jim Polan.


(fdl/fdl)