Qatar Tawarkan Investment Fund Hingga US$ 1 Miliar
Jumat, 05 Mei 2006 23:06 WIB
Jakarta - Indonesia, Kuwait dan Qatar akan membentuk investment fund untuk manampung aliran dana dari Timur Tengah. Qatar pun siap dengan dana hingga US$ 1 miliar. Dana tersebut nantinya akan dimanfaatkan dalam bentuk pembelian obligasi atau saham di pasar modal."Komposisinya antara lain bisa 70 untuk Qatar dan 30 Indonesia atau 80:20, di Malaysia mereka menawarkan investment fund sebesar US$ 2 miliar," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di ruang kerjanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat(5/5/2006).Menurut Mari, Qatar lebih tertarik pada pembelian obligasi serta saham perusahaan dibandingkan dengan investasi. Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Kuwait, dan Arab Saudi sejak tragedi WTC 11 September 2001 kelimpungan mencari lahan investasi baru.Dalam tiga bulan mendatang, lanjut Mari, perwakilan Uni Emirat Arab dan Kuwait akan datang ke Indonesia untuk membentuk komisi bersama (joint comission) kerjasama ekonomi dua negara.Mari menjelaskan potensi pasar yang besar di lima negara Timur Tengah yang dikunjungi terbuka untuk produk materi konstruksi, furnitur, dan makanan, jasa konstruksi dan migas, serta tenaga kerja terampil dan semi terampil. Entry point masuknya barang Indonesia direncanakan adalah Dubai dengan nilai ekspor RI yang cukup besar, yakni US$ 900 Juta per tahunnya.Mari memperkirakan, furnitur kelas menengah akan menjadi produk yang diminati di negara-negara tersebut mengingat banyak pembangunan hotel dan apartemen. Namun selama ini, salah satu permasalahan pemasaran produk Indonesia adalah kurangnya promosi. "Mereka bilang suka sekali furnitur Indonesia tapi susah mencari barangnya," ujar Mari.Untuk mengatasi hal itu, Uni Emirat Arab dan Kuwait menawarkan dibentuknya trading house dan permanent exhibition center. "Targetnya terjadi peningkatan nilai ekspor Indonesia ke negara Timur Tengah dari US$ 2-3 miliar per tahun menjadi dua kali lipatnya," kata Mari.
(ddn/)











































