Tarif KRL Mau Naik Jadi Rp 5.000, Anker Menjerit-Jerit

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2022 16:37 WIB
Penumpang naik kereta commuter line di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (6/10/2014). Pemerintah menaikkan tarif dasar tiket kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek. Namun, harga tiket yang dibayar masyarakat tidak naik. pemerintah menambah anggaran subsidi atau Public Service Obligation (PSO) untuk KRL Jabodetabek.
Tarif KRL Naik Jadi Rp 5.000/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Tarif KRL Commuter Line akan naik dari Rp 3.000 jadi Rp 5.000 untuk 25 kilometer (km) pertama. Usulan itu sedang dibahas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

"Nah ini dari hasil survei tadi ini masih ada tahap diskusi juga. Kita akan usulkan penyesuaian tarif kurang lebih Rp 2.000 pada 25 km pertama. Jadi kalau yang semula sebesar Rp 3.000 untuk 25 km ini jadi Rp 5.000," kata Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Arif Anwar dalam diskusi virtual, Rabu (12/1/2022).

Kabar ini menjadi pukulan telak bagi anak kereta (anker) yang menggunakan transportasi tersebut sehari-hari. Bagi Fadhly misalnya, dia menilai kenaikan ini sangat terasa dan berdampak ke pengeluarannya.

"Lumayan terasa ya kenaikannya. Jadi kalo PP ke kantor dari yang biasanya Rp 6.000 jadi sekarang Rp 10.000, mahal," katanya saat berbincang dengan detikcom.

Menurutnya, jika memang ada kenaikan tarif KRL karena belum pernah naik sejak 2015, besarannya seharusnya bisa lebih kecil. "Kalau memang perlu ada kenaikan, seharusnya tidak setinggi ini," ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Indra. Sebagai anker dirinya menyebut kenaikan tarif KRL ini tidak pas dilakukan saat pengeluaran sedang terpukul akibat pandemi COVID-19 dan kebutuhan pangan yang naik.

"Tambah lagi berarti yang naik, saya sih keberatan ya karena otomatis pengeluaran jadi bertambah. Mungkin bagi yang naik kereta 1-2 kali nggak berasa, tapi kalau saya setiap hari kalau dikalikan pengeluaran sebulan lumayan juga" imbuhnya.

Keberatan karena tarif KRL naik juga dikeluhkan oleh Ulfa. Dirinya menyebut kenaikan ini harus dibarengi dengan pelayanan di kereta yang harus lebih baik. "Keberatan karena pengeluaran jadi nambah lagi. Semoga sih kenaikan ini bikin pelayanan di kereta jadi lebih baik ya," tandasnya.

(aid/fdl)