Ekonomi Jawa Bagus, Tapi Warganya Kurang Bahagia

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 08:00 WIB
Wacana pemindahan ibu kota  ke luar pulau Jawa terus berusaha direalisasikan oleh pemerintah. Persiapan pemindahan ibu kota akan dimulai pada 2018.
Foto: detikFoto
Jakarta -

Ternyata ekonomi hingga pendidikan di suatu wilayah mumpuni, tidak menjamin masyarakatnya bahagia. Hal ini yang terjadi pada Provinsi-provinsi di Jawa.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam data Publikasi Indeks Kebahagiaan 2021, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, hingga DI Yogyakarta memiliki tingkat kebahagiaan yang rendah.

Padahal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terdiri dari tingkat kesehatan, pendidikan, dan ekonomi tercatat paling tinggi.

"Kuadran IV menunjukkan tingginya IPM yang tidak diiringi dengan tingginya Indeks Kebahagiaan. Enam provinsi di Pulau Jawa semuanya masuk dalam kuadran ini," tulis data BPS tersebut, dikutip Rabu (12/1/2022).

Berdasarkan grafik yang tertera dalam data BPS tersebut,Provinsi Jawa Timur memiliki tingkat kebahagiaan di atas 72%, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sedikit di bawah 72%.

Jawa Tengah dan DKI Jakarta di atas sedikit 70%. Sementara Provinsi yang tingkat kebahagiaannya rendah yakni Banten dengan persentase 68%.

Meski demikian, tingkat pendidikan, kesehatan, ekonomi keenam Provinsi itu tinggi. Apa lagi DKI Jakarta memiliki persentase paling tinggi dan diikuti dengan DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, lalu Banten.

Bertolak belakang dengan keenam Provinsi di Jawa, Kalimantan Timur menjadi Provinsi yang memiliki tingkat bahagia yang tinggi diiringi dengan IPM yang juga tinggi.

Sementara, ada juga provinsi yang memiliki IPM rendah tetapi tingkat kebahagiaannya tinggi yakni Papua Barat.

(zlf/zlf)