Emas Digital Lagi Marak, Bagaimana Prospeknya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 14:20 WIB
Harga emas terus merangkak naik. Hari ini, harga emas Antam bahkan tembus Rp 1 juta. Pergerakan harga emas ini pun diperkirakan masih akan mengalami kenaikan.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang biasa dimiliki oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Sekarang investasi emas tak cuma bisa dilakukan secara fisik, misalnya membeli emas batangan atau perhiasan. Tapi juga ada emas digital.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan memang emas adalah komoditas yang cukup menarik. "Harga emas memang cenderung lebih stabil dibandingkan instrumen lain," kata dia dalam diskusi online, Kamis (13/1/2022).

Bhima menjelaskan apalagi prediksi Kementerian Investasi yang menyebutkan jika ekonomi bisa kembali pulih seperti sebelum masa pandemi pada 2027.

"Jadi ekonomi bisa kembali pulih secara penuh pada 2027, nah emas bisa menjadi daya tarik yang oke buat investasi," kata Bhima.

Menurut Bhima, untuk emas digital yang saat ini sedang marak memang bisa dibilang lebih unggul dibandingkan dengan emas fisik. Hal ini karena proses transaksi bisa lebih mudah dan cepat, mulai dari pembelian sampai penjualan.

Lalu keamanan juga terjamin. Apalagi jika aplikasi atau platform sudah terdaftar di Bappebti. "Emas konvensional atau emas fisik kan agak ribet, kalau mau tahu harganya harus ke toko dulu, emas digital bisa cek langsung di handphone bisa beli mulai dari Rp 5 ribu sudah bisa investasi," jelas dia.

Direktur Treasury Yudi mengungkapkan memang untuk investasi di emas, harus jangka panjang dan tidak bisa jangka pendek. Karena itu bisa dimulai dengan mencicil sedikit demi sedikit menggunakan emas digital.

"Untuk jangka panjang bisa dicicil, benar-benar dibuat rutin dan terjadwal. Beli saja berapapun harganya, sedikit-sedikit," jelas dia.



Simak Video "Nabung Emas Digital Lebih Untung Karena..."
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)