7 BUMN Keroyokan Beri 'Kado' Buat Petani, Erick Thohir Minta Hal Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 16:15 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan bukti-bukti terkait dugaan korupsi ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Dugaan korupsi terkait pengadaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan penghasilan petani, pemerintah memiliki program Makmur. Dalam program ini ada tujuh BUMN yang mendukung dan sudah menandatangani nota kesepahaman antara lain PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (PTPN), Perusahaan Umum (Perum) Kehutanan Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia, dan PT Asuransi Kredit Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan seluruh BUMN yang terlibat harus benar-benar menjadi ekosistem yang demi melaksanakan program Makmur sesuai dengan tujuannya. Pasalnya, program yang memiliki makna Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini, dikatakan Erick merupakan program yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan penghasilan petani.

"Saya minta seluruh direksi BUMN yang hadir harus menjadi ekosistem itu karena kita sudah mempunyai produk yang bagus yaitu program Makmur, yang tadi dilaporkan targetnya 50.000 (hektar)," kata Erick dalam keterangan resmi, Kamis (13/1/2022).

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan bahwa program Makmur merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, off taker, dan pemerintah daerah.

"Sesuai arahan Pak Menteri, pada hari ini, alhamdulillah kita melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BUMN untuk sama-sama mensukseskan Program Makmur ke depan. Kami yakin melalui kerjasama ini, semua komponen kesuksesan Makmur, baik itu permodalan, akses agro input, kawalan teknologi, sampai permasalahan offtaker dan asuransi dapat terselesaikan," kata Bakir.

Realisasi pelaksanaan program Makmur sampai dengan Desember 2021 sudah dilaksanakan di atas lahan seluas 71.612 hektar dari yang ditarget seluas 50.000 hektar, dengan petani yang terlibat sebanyak 50.054 orang. Adapun komoditi yang sudah dilaksanakan adalah padi, sawit, tebu, jagung, hortikultura, dan perkebunan rakyat. Sementara target pelaksanaan program Makmur di tahun 2022, akan dilaksanakan di atas lahan seluas 250.000 hektar.

Dari sisi produktivitas, untuk komoditi jagung dan padi mengalami peningkatan masing-masing 34,91% dan 33,71% . Sementara dari sisi penghasilan pun sama mengalami peningkatan menjadi 48,07% untuk komoditi jagung, dan 44,92% untuk komoditi padi.

Sekadar informasi, tujuan nota kesepahaman ini adalah dalam rangka menjajaki rencana kerjasama dalam bidang penyaluran pendanaan pertanian dan perkebunan dan juga asuransinya, yang meliputi implementasi Program Makmur di areal pertanian atau perkebunan di wilayah kerja RNI, PTPN III, PERHUTANI dan/atau anak perusahaannya dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

Adapun ruang lingkup dari nota kesepahaman ini dengan rincian sebagai berikut, Aktivitas On Farm yang meliputi analisis tanah, rekomendasi pemupukan, penyediaan pupuk non subsidi, penyediaan benih dan pestisida, penerapan teknologi & mekanisasi pertanian, pendampingan agronomis dan budidaya.

Selanjutnya, Aktivitas Off Farm yang meliputi penyediaan modal kerja/KUR, penyediaan asuransi, penyediaan offtaker, penyediaan pelatihan dan workshop teknis budidaya pertanian.



Simak Video "Pemuda Pendukung Jokowi Demo Minta Erick Thohir Mundur"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)