Tinjau Pasar di Surabaya, Airlangga Jamin Ketersediaan Pangan

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 17:50 WIB
Airlangga Cek Operasi Pasar di Surabaya
Foto: Kemenko Bidang Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan peninjauan kegiatan operasi pasar di Pasar Wonokromo, Kota Surabaya. Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan serta stabilitas harga bahan pangan.

Sebagaimana diketahui, sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan harga saat ini, seperti beras, bawang putih, minyak goreng, dan daging ayam ras.

Selain di Surabaya, pemerintah juga mengadakan kegiatan operasi pasar di berbagai daerah, seperti Pasar Rakyat Phula Kerti-Denpasar dan Pasar Cileungsi Kabupaten Bogor.

"Operasi pasar yang dilakukan hari ini merupakan rangkaian dari sejumlah langkah nyata yang dikerjakan oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai stakeholder untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (13/1/2022).

"Dalam operasi pasar ini, kami juga mengecek harga bahan pangan untuk mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam menekan harga minyak goreng ke Rp 14.000. Operasi pasar kali ini juga dilengkapi dengan komoditas lain seperti beras, telur, cabai, dan bawang, termasuk gula pasir," imbuhnya.

Ia mengungkapkan pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan, salah satunya dengan memasukkan ketahanan pangan dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024. Selain itu, pada Rabu (5/1) lalu, Airlangga juga mengungkapkan pengambilan kebijakan pada komoditas minyak goreng.

"Tentu pemerintah akan terus melakukannya. Kebijakan ini baru diambil dan regulasinya sedang diatur dalam keputusan Mendag yang baru diterbitkan 2 hari lalu. Mudah-mudahan minggu depan sudah lebih banyak lagi minyak dengan harga Rp 14.000 ribu per liter," tuturnya.

Selain menjaga stabilitas harga pangan, ia mengatakan pihaknya mendorong digitalisasi pasar dengan penggunaan transaksi non-tunai di pasar tradisional. Dengan adanya digitalisasi, masyarakat dapat melakukan transaksi non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan standardisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia.

Airlangga menilai transaksi non-tunai membuat proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya serta meminimalisir penggunaan uang fisik di masa pandemi COVID-19 guna mengatasi penyebaran virus COVID-19.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyaksikan penyerahan bantuan berupa CSR dari Bank Negara Indonesia (BNI) kepada pedagang pasar dan petugas pasar. Serta berkeliling menyambangi dan menyapa langsung para pedagang pasar.

Airlangga mengatakan para pedagang menyampaikan kondisi yang dihadapi melalui dialog interaktif terkait dengan kenaikan harga pangan. Tak hanya itu, pedagang pun berharap agar kenaikan harga bahan pangan dapat segera ditangani pemerintah, serta menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dalam membantu mengurangi beban masyarakat melalui penyelenggaraan operasi pasar.

Sebagai informasi, Airlangga menyempatkan berdialog langsung dengan sekitar 100 pelaku UMKM binaan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) yang tergabung dalam program pembinaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC).

Melalui kedua program tersebut, UMKM binaan mendapatkan pendampingan usaha secara terpadu dan menyeluruh agar lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing. Di masa pandemi, mereka juga mendapatkan pelatihan usaha terkait transformasi usaha dengan memanfaatkan digitalisasi, pendampingan menyeluruh, serta sosialisasi implementasi protokol kesehatan.

Adapun kegiatan operasi pasar ini juga melibatkan sejumlah stakeholder lain, seperti Kementerian Pertanian, Perum BULOG Wilayah Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur, PT Sinar Mas, PT Wilmar, PT Wings, dan PT Best.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus, Dito Ganinduto Ketua Komisi XI DPR RI, Adies Kadir Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mohammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud, Walikota Surabaya Eri, Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Elvira Lianita, dan Direktur Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto.

(ncm/hns)