ADVERTISEMENT

Krisis Parah! Sri Lanka 'Ngemis-ngemis' Keringanan Utang ke China

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 18:15 WIB
Warga Sri Lanka mengantre untuk mengisi ulang tabung gas memasak mereka saat terjadi kekurangan pasokan di Kolombo, Sri Lanka, Selasa, 4 Januari 2022. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Sri Lanka/Foto: AP/Eranga Jayawardena

Sebelum pandemi, China adalah sumber utama untuk turis di Sri Lanka. Negara kepulauan itu juga mengimpor lebih banyak barang dari China daripada dari negara lain.

Sri Lanka adalah bagian penting dari mega proyek China yang bernama Belt and Road Initiative (BRI). Itu merupakan sebuah rencana jangka panjang China untuk mendanai dan membangun infrastruktur yang menghubungkan China ke seluruh dunia. Namun negara-negara lain termasuk Amerika Serikat (AS) menilai rencana itu sebagai jebakan utang dari China kepada negara-negara kecil.

Sri Lanka sendiri harus membayar utang sekitar US$ 4,5 miliar tahun ini yang dimulai dengan International Sovereign Bond (ISB) senilai US$ 500 juta yang jatuh tempo pada 18 Januari.


(das/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT