Luhut Minta Kantor Jangan Penuh-penuh, Ingat Omicron!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 17 Jan 2022 07:00 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Aktivitas perkantoran diimbau untuk dikurangi. Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan imbauan itu diberikan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan penyebaran varian virus COVID-19 baru, Omicron.

Luhut meminta agar aktivitas perkantoran bisa dikurangi. Dia mengimbau perusahaan agar tidak mempekerjakan karyawannya secara langsung di kantor secara 100%. Kalau bisa aktivitas kantor menurut Luhut paling banyak dilakukan dengan kapasitas 75% saja.

"Kami imbau kalau di kantor tidak perlu 100%, tidak usah 100% yg hadir, jadi diatur saja. Mungkin jadi 75% sampai 2 minggu ke depan, diatur lah asesmen sama kantor masing-masing. Khususnya memang kantor, industri tak ada masalah," ungkap Luhut dalam rapat evaluasi PPKM, yang diadakan secara virtual, Minggu (16/1/2022).

Luhut pun mengimbau opsi work from home alias kerja dari rumah tetap dilakukan. "Perkantoran jika ada opsi work from home masih mampu tingkat produktivitas, saya imbau opsi itu diambil. Hal ini dilakukan agar kasus terkendali," tegasnya.

Koordinator PPKM Jawa Bali itu pun meminta kepada kantor-kantor kementerian dan lembaga pemerintah juga mengurangi kegiatan dan rapat-rapat secara offline untuk sementara waktu. Meski tak melarang kegiatan dilakukan, dia menilai ada baiknya kegiatan-kegiatan rapat dilakukan secara daring.

"Kepada seluruh kementerian dan lembaga diminimalisir kegiatan rapat luring, lakukanlah secara daring. Tapi kami nggak melarang untuk bertemu lakukan lah asesmen sendiri," kata Luhut.

Luhut sendiri sudah punya prediksi soal puncak penyebaran varian Omicron di Indonesia. Kapan tuh?

Dia memperkirakan puncak gelombang penyebaran varian Omicron bakal terjadi di pertengahan bulan Februari mendatang. Maka dari itu dia meminta semua orang waspada.

"Berangkat dari trajectory kasus COVID-19 di Afrika Selatan, puncak gelombang Omicron terjadi di tengah Februari sampai awal Maret ini. Namun pemerintah akan mitigasi agar peningkatan kasus lebih landai," kata Luhut.

Lanjut ke halaman berikutnya

Simak Video 'Luhut Minta Perkantoran Tak WFO 100% Selama 2 Minggu':

[Gambas:Video 20detik]