Polling detikcom

Polling: Setuju Nggak Tarif KRL Naik Jadi Rp 5.000?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 17 Jan 2022 08:00 WIB
Pembangunan jalur layang Bogor Line di Stasiun Manggarai sudah selesai. Fasilitas ini pun sudah bisa digunakan oleh penumpang KRL.
Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Wacana kenaikan tarif KRL Commuter Line menguap. Usulan tersebut saat ini sedang dibahas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Rencananya, tarif yang akan naik adalah tarif dasar sejauh 25 kilometer (km) perjalanan pertama. Bila awalnya tarif KRL untuk 25 km pertama hanya Rp 3.000, rencananya dinaikkan menjadi Rp 5.000. Tepatnya tarif KRL bakal naik Rp 2.000.

Sementara itu, untuk tarif lanjutan KRL 10 km berikutnya tetap di angka Rp 1.000. Tidak mengalami kenaikan.

Wacana tersebut diungkapkan oleh Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arif Anwar dalam diskusi publik virtual yang diadakan Instran, Rabu (12/1/2022).

"Nah ini dari hasil survei tadi ini masih ada tahap diskusi juga. Kita akan usulkan penyesuaian tarif kurang lebih Rp 2.000 pada 25 km pertama. Jadi kalau yang semula sebesar Rp 3.000 untuk 25 km ini jadi Rp 5.000," papar Arif.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan usulan menaikkan tarif KRL muncul karena didasari beberapa pertimbangan.

Mulai dari pelayanan dan pembangunan prasarana dan sarana kereta api yang sudah semakin baik. Sebagai contoh saja, perbaikan layanan berupa waktu tempuh yang lebih cepat.

"Misalnya, berkurangnya waktu tempuh dan waktu antrian masuk ke Stasiun Manggarai, yang sebelumnya memang cukup menghambat," ujar Adita dalam keterangannya, Kamis (13/1/2022).

Selain itu beberapa penambahan infrastruktur mulai dari rel dwiganda hingga revitalisasi Stasiun Jatinegara, Stasiun Cikarang, dan Stasiun Bekasi juga telah dilakukan. Hal itu dinilai dapat memberi kemudahan, keamanan, dan kenyamanan kepada konsumen KRL.

Selain itu, yang juga perlu digarisbawahi juga adalah selama enam tahun, atau tepatnya sejak 2015 pemerintah belum pernah melakukan penyesuaian tarif KRL. Selain itu, dari hasil survei yang dilakukan Kemenhub juga banyak yang mendukung adanya wacana penyesuaian tarif KRL ini.

"Cukup wajar jika kemudian muncul wacana untuk menaikkan tarif, setelah berbagai layanan kepada konsumen terus ditingkatkan," tutur Adita.

Eits, jangan panik dulu. Rencana kenaikan tarif KRL masih wacana. Belum ada keputusan yang pasti apakah tarif bakal dinaikkan atau tidak.

Tapi, apabila ternyata tarif KRL diputuskan untuk naik, detikers setuju nggak nih? Kasih tahu jawabannya dengan memilih 'setuju' atau 'tidak setuju' pada kolom komentar artikel polling ini. Jangan lupa sertakan alasannya.

Polling mulai dibuka sejak artikel ini tayang, dan akan ditutup pada pukul 09.00 WIB, Selasa 18 Januari 2022.

Simak juga 'Intip Jalur Layang Manggarai yang 'Aesthetic' Kayak di Jepang':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)