Jokowi Ungkap Hal yang Paling Bikin Ngeri Semua Negara, Apa Itu?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 17 Jan 2022 12:33 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa saat ini merupakan saat-saat yang sulit, bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Dia juga mengungkapkan ada hal yang paling ditakuti oleh semua negara.

"Saat ini adalah betul-betul saat yang sulit, saat yang tidak mudah. Tidak gampang bagi semua negara, termasuk bagi negara kita Indonesia, sangat sulit," ucapnya dalam acara Dies Natalis Unpar, Senin (17/1/2022).

Jokowi menerangkan masa sulit yang terjadi saat ini disebabkan oleh revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi dan dibarengi dengan adanya pandemi COVID-19. Hal itu menimbulkan ketidakpastian global yang semakin meningkat.

"Keragu-raguan semua pemimpin dalam memutuskan sesuatu, karena setiap hari bisa berubah, setiap minggu, bulan bisa berubah, tanpa kepastian yang jelas. Juga kompleksitas masalah yang bertubi-tubi muncul, sebelumnya tidak kita hitung, yang sebelumnya tidak terkalkulasi oleh negara manapun, muncul semuanya. Karena pandemi, karena disrupsi teknologi. Kelangkaan energinya tidak pernah kita hitung muncul di banyak negara," tambah Jokowi.

Tak hanya itu, kelangkaan pangan menurut Jokowi juga sudah muncul di beberapa negara. Hal itu terlihat dari langkanya kontainer untuk logistik. Distribusi yang terganggu menyebabkan inflasi yang menurut Jokowi menjadi momok yang paling menakutkan bagi semua negara.

"Kenaikan inflasi yang nggak pernah kita perkirakan muncul di semua negara. Semua negara takut dengan yang namanya inflasi, juga kenaikan harga produsen. Ini semua bahan baku naik, ada kenaikan harga produsen yang nanti imbasnya akan menyebabkan kenaikan harga konsumen. Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan kompleksitas masalah menjadi bermunculan terus menerus," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Jokowi, diperlukan sebuah kepemimpinan global yang bisa membuat semuanya menjadi pasti. Meskipun hal itu tentu tidak mudah.

"Saat ini kita menjadi keketuaan di Negara-negara G-20, negara dengan GDP terbesar di dunia. Inilah yang tadi saya sampaikan sebuah keadaan yang tidak mudah," tutur Jokowi.

(das/fdl)