22% Lahan Irigasi Rusak

22% Lahan Irigasi Rusak

- detikFinance
Senin, 08 Mei 2006 13:45 WIB
Jakarta - Sebanyak 1,5 juta hektar lahan irigasi mengalami kerusakan. Angka itu berarti 22 persen dari 6,7 juta hektar lahan beririgasi. Padahal untuk memenuhi swasembada pangan sampai tahun 2009, lahan irigasi yang dibutuhkan sebanyak 7,2 juta hektar.Hal tersebut dilontarkan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi dalam jumpa pers mengenai hasil rapat koordinasi (Rakor) evaluasi pelaksanaan Inpres No 13/2005 tentang perberasan yang berlangsung di Yogyakarta 1-2 Mei 2006 lalu."Artinya, kita harus memperbaiki yang rusak itu (1,5 juta hektar), dan pada saat yang sama kita harus menambah 0,5 juta hektar lagi," ujar Bayu di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/5/2006).Rakor juga mencatat gabah dengan kualitas baik mencapai 31,7 persen dari total produksi tahun 2006 yang diperkirakan mencapai kurang lebih 54,3 juta ton.Bayu menengarai jeleknya kualitas gabah terjadi karena penggunaan pupuk yang kurang berimbang, penanganan pasca panen yang kurang baik, dan bibit yang jelek.Sedangkan kehilangan produksi beras pasca panen mencapai 21 persen dari total produksi. "Perbaikan kualitas dan kehilangan pasca panen ini menjadi prioritas kita," ujarnya.Sementara itu, pengadaan Bulog untuk cadangan beras pemerintah dan untuk beras miskin (raskin) baru mencapai 650 ribu ton atau 27 persen dari target pengadaan 2006."Ini menjadi hal yang yang sangat kita perhatikan dan kita merekomendasikan Bulog untuk mengintensifkan usaha pengadaannya. Di samping itu akan ada usaha peningkatan kerja sama antar daerah," jelas pria berkacamata ini.Pertumbuhan produksi gabah hingga April 2006 naik 0,37 persen, namun di sisi lain pertumbuhan penduduk 1,3 persen. Artinya kebutuhan masyarakat untuk beras belum bisa terpenuhi."Kita tahu untuk menjamin kebutuhan beras masyarakat, minimum pertumbuhan produksi sama dengan pertumbuhan penduduk," paparnya.Produksi beras di pulau sentra produksi beras yakni Pulau Jawa pun mengalami penurunan. Produksi beras di Pulau Jawa mencapai 0,89 persen. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads