Bappenas Kaji 3 Skenario Pinjaman LN RI
Senin, 08 Mei 2006 16:38 WIB
Jakarta - Bappenas tengah mengkaji tiga skenario pinjaman utang luar negeri Indonesia. Satu skenario menyebutkan rasio utang bisa mencapai 35-36 persen PDB. Namun pada tahun 2009, rasio utang terhadap PDB tetap akan dipertahankan pada 31 persen PDB.Tiga skenario pinjaman utang tersebut yakni pertama sesuai dengan baseline utang dalam RPJM, skenario moderat dan skenario dengan jumah utang yang tinggi (high scenario).Hal tersebut disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/5/2006). Sidang kabinet hari ini akan membahas hal tersebut."Untuk moderat sekitar 33 persen, yang lain sekitar 35-36 persen. Tetapi itu semua ada konsekuensi terhadap fiskal. Karena fiskal kita harus sustainable, karena kita kan ada target fiskal kita terakhir itu. Target fiskal kita terakhir itu sampai 2009 akan menekan angka utang sampai 31 persen dari PDB. Saya sih inginnya baseline/I>," ujar Paskah.Pemerintah nantinya akan menentukan mana yang paling menguntungkan. "Kalau saya sih, enaknya berdasarkan baseline yang sudah ditetapkan berdasarkan RPJM pada yaitu 2009 harus 31 persen PDB. Jadi ada penurunan defisit," katanya.Faktor yang memicu tambahan pinjaman utang luar negeri ini adalah pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan skenario RPJM, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7 persen. Namun dengan skenario moderat dan high scenario pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa mencapai lebih di atas 7 persen"Asalkan skenarionya berjalan dengan baik. Kalau kita masuk ke moderat tinggi, mungkin angkanya lebih dari 7 persen," ujarnya yakin. Penerimaan dalam negeri, lanjut Paskah tidak akan mencukupi untuk membiayai pertumbuhan ekonomi.
(qom/)











































