Suntikan Modal Rp 71 M Dipersoalkan, Gibran Duga Ada Kepentingan Politik

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 17:31 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Foto: Ari Purnomo/detikSport: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming
Solo -

Gibran Rakabuming Raka buka suara soal suntikan modal dari JWC Ventures. Perusahaan tersebut mengucurkan modal Rp 71 miliar untuk Goola, bisnis es doger yang didirikan Gibran.

Gibran heran suntikan modal tersebut dipersoalkan, karena Goola berdiri sejak 2018, dan suntikan modal Rp 71 miliar pada 2019 itu pun sudah banyak dibahas. Dia mempertanyakan apa kesalahan suntikan modal tersebut, karena hal seperti itu wajar dalam dunia bisnis.

"Itu kan sudah lama, kok baru dipermasalahkan sekarang. Itu kan dari VC, Venture Capital, ya kayak gitu cara kerjanya," ujar Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (18/1/2022).

Sebagai informasi Goola adalah perusahaan di bidang makanan dan minuman atau food and beverage (F&B). Salah satu produknya ialah minuman tradisional khas Indonesia seperti Es Doger yang dikemas lebih modern.

Justru, menurut Gibran, bisnis Mangkokku yang juga dia rintis mendapatkan suntikan modal lebih besar.

"Mangkokku beda lagi. Mangkokku duitnya lebih gede lagi. Nanti kaget (kalau dikasih tahu). Do kagetan kabeh (pada kagetan)," kata Wali Kota Solo ini.

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menduga ada kepentingan politik di balik upaya mempersoalkan suntikan modal ke bisnisnya.

"Kalau janggal, janggalnya apa. Kalau cari-cari kesalahan buat alat politik ya nggak ada habisnya," tutur Gibran.

Gibran juga menegaskan suntikan modal tersebut tidak masuk ke kantong pribadi. Dana tersebut digunakan untuk membuka banyak cabang di Indonesia maupun ekspansi ke luar negeri.

"Yang lain juga kayak gitu. Satu grup sama kopi kenangan. Sama, apa yang dipermasalahkan. Uangnya kan nggak masuk ke saya, kan masuk perusahaan," terangnya.

Seperti diketahui, Gibran dan Kaesang dilaporkan seorang dosen bernama Ubedillah Badrun ke KPK. Materi laporan tersebut di antaranya soal konflik kepentingan dalam bisnis yang dirintis Gibran karena mendapat kucuran modal puluhan miliar rupiah dari grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

(bai/hns)