Kenapa 5G Bahayakan Penerbangan? Bos Maskapai Raksasa Buka Suara

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 10:04 WIB
Airplanes side by side in airport
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/gerenme
Jakarta -

Presiden maskapai Emirates, Tim Clark mengatakan bahwa penerapan layanan 5G di Amerika Serikat (AS) dapat memberikan beberapa potensi masalah pada sejumlah penerbangan. Menurutnya penerapan infrastruktur 5G di AS merupakan kesalahan terbesar yang pernah ia saksikan dalam kariernya.

Saat ini penerapan infrastruktur 5G di AS sedikit banyak telah mempengaruhi sejumlah instrumen pesawat, yang mungkin dapat membahayakan penerbangan. Saat ini maskapai Emirates telah mengubah atau membatalkan penerbangan ke AS di tengah ketidakpastian potensi gangguan antara layanan ponsel 5G.

Tidak hanya Emirates, sejumlah maskapai lain juga mengalami kendala serupa akibat buruknya penerapan layanan 5G di AS. Bahkan para maskapai juga ikut mengubah atau membatalkan penerbangan menuju dan di dalam AS.

"Sejauh itu akan membahayakan keselamatan pengoperasian pesawat kami dan hampir setiap operator 777 lainnya ke dan dari Amerika Serikat dan di dalam Amerika Serikat," kata Tim Clark dikutip dari CNN, Kamis (20/1/2022).

Meskipun ada jaminan dari regulator telekomunikasi federal dan operator nirkabel, namun regulator transportasi AS tetap merasa khawatir bahwa 5G dapat mengganggu beberapa instrumen pesawat.

Secara khusus, Administrasi Penerbangan Federal AS (Federal Aviation Administration/FAA) khawatir infrastruktur antena seluler 5G di dekat beberapa bandara dapat mengaburkan perangkat pesawat yang dirancang untuk memberi tahu pilot ketinggian mereka. Sistem tersebut, yang dikenal sebagai altimeter radar, digunakan selama penerbangan dan dianggap sebagai peralatan penting.

Bahkan dikarenakan adanya gangguan dari antena 5G ini, pada bulan Desember lalu FAA telah mengeluarkan perintah mendesak yang melarang pilot menggunakan altimeter yang berpotensi terkena dampak 5G di sekitar bandara. Padahal alat ini sangat dibutuhkan oleh pilot saat kondisi visibilitas di bandara rendah.

Pilot tidak bisa mendarat tanpa instrumen tersebut. Cek halaman berikutnya.

Simak Video 'Gegara 5G, Sejumlah Maskapai Internasional Batalkan Penerbangan ke AS':

[Gambas:Video 20detik]