KPPU Sebut Produsen CPO Utamakan Ekspor saat Harga Tinggi

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 18:45 WIB
Jenis minyak goreng yang berbahaya
Foto: iStock
Jakarta -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meyakini produsen besar minyak goreng terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit. Direktur Ekonomi (KPPU) Mulyawan Renamanggala menyebut mereka cenderung mementingkan ekspor karena harga Crude Palm Oil (CPO) yang sedang tinggi.

Hal itu diungkapkan untuk menyanggah adanya pernyataan bahwa saat CPO internasional tinggi, produsen dalam negeri mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku.

"Ini juga kami melihat sedikit aneh, produsen minyak goreng ini sebenarnya masih satu klub perusahaan yang memiliki perkebunan kelapa sawit sehingga pengusaha di sini cenderung mengutamakan ekspor, saat harga CPO internasional sedang bagus seperti saat ini. Karena itu dapat meningkatkan keuntungan mereka," katanya, dalam forum jurnalis secara daring, Kamis (20/1/2022).

Menurut survei yang dilakukan KPPU dari puluhan pelaku usaha minyak goreng, ada beberapa perusahaan yang menguasai sebagian besar pasar dengan presentasi di atas 14% hingga 11%.

"Ada yang 8,2% di bawah 5% masih banyak, bahkan banyak yang kurang dari 2%," tambahnya.

Komisioner KPPU, Ukay Karyadi juga menegaskan memang perusahaan atau produsen minyak goreng di Indonesia pasti terintegrasi langsung dengan perkebunan kelapa sawit.

"Faktanya banyak terintegrasi. Coba sebutkan merek minyak goreng atau produsen mana yang tidak memiliki perkebunan sawit? Mereka semua berawal punya perkebunan sawit mengolah CPO, dijual diekspor CPO-nya langsung atau dijual ke industri domestik untuk pengolahan salah satunya minyak goreng," jelasnya.



Simak Video "Harga Minyak Goreng di Minimarket Kembali Mahal, Stoknya Masih Langka"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)