G20 2022

Koster Beberkan Alasan Finance Track G20 Dipindah ke Jakarta

Sui Suadnyana - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 20:45 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster bertemu Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan (Korsel) Yoon Sung-won secara virtual.
Foto: Dok. Pemprov Bali: Gubernur Bali Wayan Koster .
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster membeberkan alasan pertemuan finance track G20 dipindah ke Jakarta. Wayan Koster menjelaskan terdapat dua pertemuan dalam rangkaian finance track G20.

Pertemuan pertama tuan rumahnya adalah Bank Indonesia yang sudah diselenggarakan di Bali pada awal Desember 2021.

"(Pertemuan pertama) berlangsung dengan sukses. Tapi karena ada Omicron pesertanya berkurang setengahnya. Dari rencana semula sekitar 160 peserta berkurang menjadi sekitar hampir 80 peserta. Berkurang kira-kira 50 persen yang datang langsung ke Bali. Yang lain ikut secara virtual," terang Koster dalam konferensi pers di rumah jabatannya, Kamis (20/1/2022).

Pertemuan finance track G20 kedua tuan rumahnya adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan awalnya memang direncanakan di Jakarta. Namun, saat pertemuan finance track G20 yang pertama Desember 2021, para ingin pertemuan kedua berlangsung Bali.

Usulan tersebut disampaikan karena melihat suasana kondusif di Pulau Dewata.

"Kemudian (pertemuan finance track G20 yang kedua) direncanakan memang di Bali bulan Februari. Persiapan pun sudah dilakukan, secara manajerial," ujar Koster.

Tapi, karena sekarang ada perkembangan kasus COVID-19 Omicron yang meningkat di sejumlah negara, maka tentunya harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah

Pertimbangan itu antara lain sisi kenyamanan dan keamanan para peserta berkaitan persyaratan untuk karantina. Selain itu juga terkait persyaratan mengikuti pertemuan di Bali harus transit dulu di Jakarta.

"Tidak ada penerbangan yang langsung ke Bali sehingga harus transit di Jakarta, dan kedatangan antar satu negara dengan negara negara yang lain itu berbeda-beda. Jadi hub kedatangannya itu memang di Jakarta. Kalau harus transit lama di Jakarta dan kemudian harus karantina cukup lama di Jakarta, ini tentu membuat para peserta itu akan kurang nyaman," terang Koster.

"Itulah sebabnya pertimbangan kenyamanan bagi para peserta dari segi karantina maupun juga dari segi transitnya tang cukup lama, maka supaya tidak terlalu mengganggu kenyamanan para peserta pertemuan dipindahkan di Jakarta," sambung Koster.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik