ADVERTISEMENT

Investasi Tak Lagi Terpusat di Jawa, Bahlil: Belum Pernah Sejak RI Merdeka

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 22 Jan 2022 16:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), dan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap sejumlah perusahaan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Pemerintah pada Senin (10/1/2022) akan mencabut 2.078 izin usaha tambang batu bara yang sudah diberikan kepada para pengusaha karena para pelaku usaha tersebut tidak pernah memanfaatkan IUP serta tidak pernah menyampaikan rencana kerja kepada pemerintah pemerintah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan investasi di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Investasi juga mulai menyebar dan tak cuma terpusat di Pulau Jawa.

"Sejak Indonesia merdeka, belum pernah investasi di luar Pulau Jawa lebih besar dari pulau Jawa," kata Bahlil dalam acara Munasus dan Mukernas Gapensi, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (22/1/2022).

Bahlil mengungkapkan hal ini mulai terjadi sejak kuartal III-2020 hingga kuartal III-2021. Investasi di luar Pulau Jawa persentasenya sebesar 52%.

Menurut dia hal ini karena infrastruktur yang dibangun dari Aceh sampai Papua sudah masif. "Ini menjadi sentimen yang baik untuk investor maka investasi bisa masuk," jelas dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan investasi Rp 1.200 triliun pada 2022. Pada 2021 Kementerian Investasi/BKPM ditargetkan mengerek investasi, baik dari domestik maupun asing sebesar Rp 900 triliun. Artinya target tahun depan naik 30%.

Data BKPM menyebutkan Pada kuartal III-2021, Singapura telah berinvestasi sebesar US$ 2,6 miliar di Indonesia.

Selanjutnya disusul Hong Kong US$ 900 juta, dan Jepang US$ 700 juta. Urutan keempat dan kelima masing-masing ditempati China US$ 600 juta dan Amerika Serikat (AS) US$ 500 juta.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT