Jadi Konglomerat, Begini Cara Chairul Tanjung Dididik Ortu

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Sabtu, 22 Jan 2022 19:47 WIB
CXO Media
Foto: Tangkapan Layar CXO Media
Jakarta -

Nama Chairul Tanjung tentu sudah akrab di telinga. Chairul Tanjung atau yang akrab disapa CT ini merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

Bisnisnya tersebar di berbagai daerah, dengan beragam sektor mulai dari hiburan, jasa keuangan, hingga perdagangan. Founder and Chairman CT Corpora ini juga masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Forbes mencatat, total kekayaan CT saat ini mencapai US$ 5,5 miliar atau setara dengan Rp 78,1 triliun.

Kesuksesannya tersebut tentu tidak lepas dari pola asuh yang diterapkan kedua orang tua. Dalam Special Episode of Ngobrol Sore Semaunya, Putri Tanjung berkesempatan untuk mewawancarai langsung sang Ayah. Ia pun menanyakan bagaimana kakek dan neneknya mendidik sang Ayah hingga bisa menjadi pengusaha besar seperti sekarang ini.

Kepada Putri, CT menekankan nilai atau value yang selalu dijunjung tinggi dalam keluarga adalah pendidikan. Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas utama, apapun kondisinya. Karena pendidikan menjadi modal dasar yang harus dimiliki untuk bisa mencapai kesuksesan.

"Ibaratnya makan boleh kurang, tapi pendidikan nggak boleh kurang. Jadi kami disekolahkan di sekolah katolik, pada zaman itu sekolah paling baik. Kepala sekolahnya Belanda, jadi kejamnya luar biasa, disiplinnya luar biasa," katanya dikutip dalam tayangan di laman resmi cxomedia.id, Sabtu (22/1/2022)

CT menjelaskan pendidikan 9 tahun, yakni selama periode SD hingga SMP memegang peranan penting. Karena di usia tersebut adalah masa ideal untuk mendidik dan mengajarkan disiplin kepada anak.

Selain itu juga, CT mengatakan orang tuanya mengajarkan untuk tangan selalu berada di atas. Tidak peduli sesusah apapun kondisinya. CT juga dididik untuk memiliki jiwa bertahan dan jiwa berkompetisi yang kuat.

"Misalnya Bapak anak kedua. Anak pertama masuk fakultas kedokteran di Universitas Indonesia. Nah Bapak nggak mau kalah, harus bisa masuk UI juga. Jadi ada kompetisi dalam keluarga. Tapi yang bersifat harus bisa. Kakek kamu berpesan, kalau nggak bisa masuk perguruan tinggi, Bapak nggak disekolahin. Jadi harus masuk, nggak ada pilihan," jelasnya.

Setelah sukses dan berkeluarga, nilai-nilai tersebut pula yang CT coba 'wariskan' untuk kedua anaknya, termasuk Putri Tanjung. Baginya, Putri Tanjung serta Rahmat Dwiputra Tanjung harus tumbuh menjadi anak yang soleh dan solehah. Hal ini mengingat betapa pentingnya agama sebagai fondasi kehidupan.

"Makanya kita ribut kalau misal kamu nggak salat, nggak puasa. Terus harus ikut pengajian tiap minggu. Karena agama itu fondasi paling penting dalam kehidupan. Kalau fondasinya bagus, itu mau arahnya ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, nggak akan bergerak ke mana-mana," tutur dia.

Tidak hanya itu saja, menurut CT, ia juga membesarkan anak-anaknya agar menjadi seseorang yang berdisiplin tinggi.

"(Harus) menghargai orang tua dan orang lain. Dan yang paling penting sebenarnya adalah kalian dididik untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat. Yang bisa berguna untuk banyak orang. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa membuat manfaat sebesar-besarnya," pungkasnya.

Special Episode of Ngobrol Sore Semaunya merupakan rangkaian dari 'CXO Mediaverse virtual launch party'. Acara ini menandai peluncuran cxomedia.id, kanal media online yang memberikan pengalaman dan sensasi baru bagi para penikmatnya.



Simak Video "CXO Media Siap Rangkul Anak Muda Lewat Platform Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)