Wanita di Depok Mau Jual Ginjal Gara-gara Utang, Satgas Buka Suara

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 23 Jan 2022 18:16 WIB
Infografis fakta gagal ginjal
Ilustrasi Ginjal (Foto: Tim Infografis)
Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari Depok, Jawa Barat. Seorang wanita berniat menjual satu ginjalnya karena terlilit utang hampir Rp 1 miliar.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing pun merespons hal tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat bijak dalam meminjam uang. Ia meminta agar masyarakat meminjam sesuai dengan kemampuan.

"Kami menghimbau masyarakat agar bijak dalam meminjam. Bijak dalam arti meminjam sesuai dengan kemampuan untuk membayar kembali," katanya kepada detikcom, Minggu (23/1/2022).

Ia mengatakan, utang ke teman-temannya tersebut sedapat mungkin direstrukturisasi dengan kemampuan mencicilnya. Dia bilang, perilaku seperti itu jangan ditiru.

"Perilaku seperti yang dilakukan Ibu ini jangan sampai ditiru orang lain," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu hamil berinisial MM (23) di Depok berniat menjual satu ginjalnya. Aksi itu dia lakukan lantaran mengaku terlilit utang hampir Rp 1 M.

"Saya terlilit utang, utang sama teman tapi teman ngusulin pakai aplikasi. Makanya bunganya jadi banyak. Utang sampai Rp 1 M dalam waktu 3 bulan," ujar MM saat ditemui detikcom di Mekarjaya, Depok, Minggu (23/1).

Dia menceritakan. awalnya sempat membuka bisnis kelontong untuk menutup utang-utangnya. Namun, lanjutnya, dia harus menanggung rugi lantaran kurangnya pengelolaan.

"Jadi saya coba usaha, tapi rugi. Saya buat menutupi kerugian ini minjem sama teman, itu juga lewat aplikasi. Ada berapa saya terima buat menutupi kerugian, terus saya minjem lagi sama teman buat bayar ke teman saya. Jadi gali lobang tutup lobang," kata dia.

Dia sempat disarankan untuk memulai bisnis minyak goreng yang tengah viral. MM mengaku membeli minyak di agen seharga Rp 225 ribu per kartonnya dari hasil meminjam uang ke teman.

"Awalnya diusulin kenapa nggak coba minyak goreng, saya coba minyak goreng, kan. Salahnya saya, saat punya modal gede pas saya minjem sama teman, saya coba nyetok beberapa minyak goreng di rumah. Harganya naik, stok yang menumpuk akhirnya saya jual murah Rp 168 ribu," katanya.

Hal ini kemudian memperparah keuangannya. MM mengatakan dirinya mencoba meminjam uang kembali ke beberapa teman yang direkomendasikan. Alhasil, utang dan bunganya makin membengkak.

"Hampir ratusan orang (yang dipinjam) tapi teman semua. Karena mereka juga dikejar-kejar (rentenir) makannya mereka nekan saya. Sudah tertekan banget, sudah pusing, aset yang saya punya cuma ginjal," kata MM.

(acd/dna)