Omicron Masih Gentanyangan, Vaksin Booster Bisa Jadi Solusi?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 23 Jan 2022 18:32 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Varian Omicron COVID-19 terus bertambah setiap harinya pada Januari 2022 ini. Diperkirakan Puncak gelombang COVID-19 Omicron terjadi pada Februari hingga awal Maret 2022. Indonesia kini mencatat total 840 kasus COVID-19 varian Omicron. Masyarakat diharapkan kenali gejala dan ciri-ciri COVID-19 Omicron agar bisa antisipasi.

Per 12 Januari 2022, Pemerintah melakukan langkah sebagai salah satu percepatan penanganan pandemi dengan memulai vaksinasi booster gratis untuk masyarakat Indonesia. Bedasarkan data Kementerian Kesehatan, yang sudah divaksinasi COVID-19 mengalami gejala jauh lebih ringan akibat infeksi varian Omicron dibanding orang-orang yang belum divaksinasi.

CEO Smartcolab, Sari Pramono, menyatakan bahwa varian Omicron menjadi tantangan baru bagi pemulihan ekonomi Indonesia, yang dimana ekonomi mulai tumbuh kembali. Akan tetapi, tantangan COVID-19 series ini belum usai.

"Dengan gejala omricron yang hampir mirip dengan varian yang lainnya dan penularannya sangat begitu cepat, vaksin bosster dan 3T menjadi solusi yang terbaik hingga saat ini untuk menjamin keberlangsungan aktivitas yang sudah mulai normal lagi seperti saat ini," ungkap Sari pada Kamis (20/01/2022).

Dibandingkan dengan varian delta yang menyerang sebelumnya, yang gejalanya demam, sesak napas, dan batuk. gejala tambahan yang biasa ditemukan seperti sakit kepala, sakit di saluran pendengaran, telinga berdenging atau linu di bagian dalam. Sedangkan gejala varian omicron ini umumnya berupa batuk dan pilek. Gejalan ini cukup sulit dibedakan dengan gejala pilek biasa yang bukan infeksi virus Corona, penularannya pun jauh lebih cepat.

"Pemberian vaksin dosis ketiga atau vaksin booster diberikan untuk usia 18 ke atas yang sudah menerima vaksin primer minimal lebih dari 6 bulan serta memprioritaskan kelompok lansia dan rentan. tujuan pemberian vaksin booster dilakukan karena antibodi manusia mengalami penurunan pasca pemberian vaksin dosis satu dan dosis dua setelah 6 bulan," ujar Sari.

Selain itu vaksin booster, strategis yang masih ampu hingga saat ini yakni 3T, yaitu tracing (penelusuran), testing (pengujian), dan treatment (perawatan) dalam memerangi COVID-19. Dengan melakukan pengujian melalui tes PCR atau Antigen Test secara bertahap dan massal dapat membantu untuk menentukan kebijakan yang pas dalam penanganan COVID-19 di Indonesia.

"Dengan berbagai layanan yang kami berikan kepada masyarakat dan menjadi mitra dengan Pemerintah dalam melakukan 3T secara ketat, Smartcolab selalu menyedia pelayanan 1X24 Jam, SmartPoint, SmartDrive dan Home Care, sebagai langkah nyata dalam memerangi pandemi COVID-19 ini," tutup Sari.

(aid/dna)