Seberapa Besar Dampak MotoGP-Formula E Buat Industri RI?

- detikFinance
Minggu, 23 Jan 2022 18:57 WIB
Safety Car - ABB Formula E World Championship 2022/23
Foto: Porsche AG/Porsche AG
Jakarta -

Tagar #GaspolMotoGPdanFormulaE menduduki trending topic di Twitter, Jumat (21/1/2022) pagi. Netizen menyuarakan dukungan supaya even balapan kelas dunia yaitu MotoGP dan Formula E benar-benar bisa digelar di Indonesia.

Ramai twit soal MotoGP dan Formula E ini seiring buntut pemberitaan Dorna Sports selaku pengelola MotoGP yang sempat mengancam tidak jadi balapan di Mandalika jika harus karantina 14 hari. Sebaliknya, pemerintah Indonesia melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tegas tidak ingin diancam seperti itu dan standar prokes di Indonesia sudah menjadi salah satu yang terbaik.

"Prokes tetap wajib. Tapi MotoGP juga tetap lanjut lah di Mandalika. Atur aja gimananya deh. Abi situ lanjut Formula E Jkt #GaspolMotoGPdanFormulaE," cuit Laura pemilik akun @lajura.

Terlebih, sebagian tiket MotoGP Mandalika sudah dijual dan bahkan untuk kategori kelas penonton tertentu dikabarkan sudah berstatus sold out. "Tiket laris manis masak batal sih, MotoGP Mandalika harus jadi, lanjut Formula E di Ancol," tulis Furayah @Furayah2.

Trending topic ini menunjukkan antusiasme pecinta motorsport Indonesia setelah pada akhir tahun lalu Mandalika sukses menggelar seri penutup balapan WSBK. Tahun ini, antusiasme itu disambut dengan kejuaraan dunia lain yang akan digelar di Indonesia yaitu MotoGP dan Formula E.

"Negara kita berjuang jd tuan rumah banyak olahraga dunia. Sekarang kesempatan di MotoGP dan Formula E. Sewajarnya kita dukung dan antusias. Mestinya kita bangga!" cuitan akun REV Motorsport @RevMotorsport.

Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus ketua OC Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni, sebelumnya mengatakan even balapan yang digelar di Indonesia perlu didukung semua pihak. Termasuk MotoGP dan Formula E yang bisa mengangkat citra Indonesia di mata dunia sekaligus meningkatkan potensi pariwisata. "Mungkin next bisa aja jadi Formula 1 kalau memang ini memungkinkan," ucapnya

(dna/dna)