RI Sepakati Harga Gas Tangguh

Beda US$ 2/mmbtu

RI Sepakati Harga Gas Tangguh

- detikFinance
Selasa, 09 Mei 2006 16:23 WIB
Jakarta - Indonesia dan China National Offshore Oil Corp (CNOOC) akhirnya berhasil merampungkan negosiasi harga jual gas Tangguh.Harga gas yang dijual ke daerah Fujian, Cina itu ditetapkan lebih tinggi US$ 2 per mmbtu untuk free on board (FOB) dari harga gas domestik.Sedangkan harga landing price bedanya US$ 4 per mmbtu, karena ada penambahan biaya transportasi dan regasifikasi dari Lapangan Tangguh, Papua.Demikian diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di sela-sela acara seminar Sino (Cina) Indonesia Relations: Subtantiating The Strategic Partnership Between Indonesia and China, yang diselenggarakan di Gedung CSIS, Jalan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (9/5/2006)."Kontrak yang ditandatangani 2002 sudah kita nego kembali. Sudah selesai perundingannya, dengan pemerintah Cina sudah salaman. Tinggal finalisasi yang diteken pada Indonesia China Energy Forum kedua yang waktunya masih dibicarakan dengan Dubes Cina," jelas Purnomo.Menurut Purnomo, Indonesia mendapat keuntungan dari negosiasi ini. Pertama, harga jual ke Cina lebih tinggi dibanding harga domestik.Kedua, kontrak yang sebesar 2,7 juta ton per tahun, jika sendainya Fujian belum bisa menerima seluruhnya maka pihak Fujian akan men-divert ke tempat lain di Cina seperti Shanghai."Dengan itu kita mendapat tambahan harga premium," ujar Purnomo.Keuntungan ketiga, Indonesia mendapat kredit lain yang lebih besar, misalnya bisa menjual dengan L/C dan toleransi L/C menjadi lebih besar. "Sehingga security of guarantee dari pemerintah Cina lebih baik," kata Purnomo.Sebelumnya harga jual gas Tangguh ke Fujian ketika ditandatangani kontrak sebesar US$ 2,4 per mmbtu untuk free on board.Indonesia berdasarkan kesepakatan dengan CNOOC pada Juli 2004 akan menjual LNG ke Fujian China dengan didasarkan pada harga minyak dunia. Dengan batas atas US$ 25 per barel dan batas bawah US$ 23 per barel untuk jangka waktu 15 tahun.Namun pemerintah meminta dilakukan revisi harga gas, karena dalam dua tahun terakhir harga minyak terus meroket yang kini di level US$ 70-an per barel.Ekspor gas ke Fujian sebesar 2,7 juta ton per tahun akan dimulai pada tahun 2008 selama jangka waktu 15 tahun. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads