Kementerian UKM Sediakan Rp 50 Miliar Untuk Koppontren
Selasa, 09 Mei 2006 17:52 WIB
Yogyakarta -
Kementerian Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi menyeidkan dana sebesar Rp 50 miliar melalui Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren). Dana yang akan dikucurkan mulai tahun ini dimaksudkan untuk memberdayakan ekonomi pondok pesantren. Hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi, Suryadharma Ali kepada wartawan seusai menandatangani kerjasama di Balai Senat kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (9/5/2006)."Tidak hanya masyarakat umum saja, tapi kita ingin memberdayakan ekonomi masyarakat di lingkungan pesantren, agar mereka punya bekal yang lebih luas," katanya. Menurut dia, tidak semua santri yang ada di pondok pesantren itu akan menjadi seorang kiai dan mendirikan pondok pesantren. Namun ada pula yang memilih menjadi seorang wiraswasta. "Itu yang ingin kita bekali ketrampilan melalui berbagai kegiatan usaha di pesantren," katanya.Menurut Suryadharma, bantuan itu dapat difungsikan untuk menunjang kesejahteraan pesantren dengan membentuk unit usaha ekonomi baik skala mikro maupun makro dengan menggandeng mitra usaha dari luar. Dengan begitu, lulusan Ponpes diharapkan memiliki nilai tambah dengan mampu menciptakan entrepreneur baru dari kalangan santri."Kami berharap alumnus pesantren memiliki nilai tambah dan bekal yang lebih luas termasuk menciptakan sektor bisnis," ujarnya. Pemerintah saat ini sedang melakukan seleksi terhadap proposal-proposal yang telah dimasukan oleh Ponpes ke Kementrian UKM dan Koperasi. Sedikitnya terdapat 600 Ponpes yang sudah mengajukan proposal. "Semuanya masih kita pelajari dan kita seleksi. Jadi masih terbuka untuk ponpes lainnya," katanya.Langkah yang dilakukan diantaranya meningkatkan pengetahuan dan motivasi kewirausahaan di kalangan pesantren, meningkatkan kemampuan koppontren, mengembangkan tempat praktik usaha di lingkungan pesantren dan memberikan pelatihan, pendampingan dan motivasi kepada alumnus pesantren untuk mengembangkan wirausaha.Program-program yang dipersiapkan antara lain pengembangan Waserda (warung serba ada), pengembangan unit simpan pinjam koperasi, pengembangan tempat praktik usaha, pengembangan tempat praktik usaha di bidang bengkel otomotif/sepeda motor, di bidang bengkel elektronik, di bidang konveksi, di bidang industri kerajinan, dan di bidang pengelolaan agribisnis."Kita berharap ini menjadi salah satu propram unggulan dari Kementerian Koperasi dan UKM melalui koppontren, di samping program-program unggulan lainnya. Kita berharap hasilnya bisa optimal," demikian Suryadharma Ali.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































