RI Mau Jadi Negara Maju? Bahlil: Kalau UMR Cuma Rp 5 Juta Nggak Mungkin!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 17:42 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), dan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap sejumlah perusahaan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Pemerintah pada Senin (10/1/2022) akan mencabut 2.078 izin usaha tambang batu bara yang sudah diberikan kepada para pengusaha karena para pelaku usaha tersebut tidak pernah memanfaatkan IUP serta tidak pernah menyampaikan rencana kerja kepada pemerintah pemerintah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalila/Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia akan sulit untuk menjadi negara maju bila penghasilan masyarakat masih rendah. Setidaknya untuk jadi negara berpenghasilan tinggi alias negara maju pendapatan per kapita masyarakat harus menjadi US$ 12 ribu per tahun.

Namun, apabila upah minimum saja cuma Rp 4 juta-5 juta menurutnya hal itu tak akan terwujud. Bahkan dia sampai membuat analogi, sampai ayam tumbuh gigi pun keinginan menjadi negara maju tak mungkin dicapai.

"Kita mau naikkan pendapatan per kapita dari US$ 4 ribu jadi US$ 12 ribu untuk menuju ekonomi no 7 di dunia. Nah kalau UMR cuma Rp 4 juta, cuma Rp 5 juta sampai ayam tumbuh gigi nggak akan mungkin dicapai US$ 12 ribu itu," ungkap Bahlil dalam Economic Outlook 2022 yang dilakukan Hipmi, Selasa (25/1/2022).

Menurutnya, kalau memang gaji cuma Rp 4-5 juta per bulan artinya harus ada yang ditingkatkan dari kualitas tenaga kerja Indonesia. "Nah kalau memang gaji Rp 4-5 juta artinya tenaga kerja kita ini mesti di-upgrade kualitasnya," ungkapnya.

Meski begitu, ada cara lain untuk membuat pendapatan masyarakat lebih tinggi. Menurut Bahlil hal itu adalah menjadi entrepreneur alias pengusaha. Khususnya bagi kalangan anak muda terpelajar alias mahasiswa.

"Salah satu buat mengubahnya ini pola pikir mahasiswa ini dari karyawan harus diubah jadi enterpreneur," kata Bahlil.

Namun kenyataannya, di tingkat mahasiswa keinginan jadi pengusaha pun sangat kecil. Dari survei kecil-kecilan yang dilakukannya saat masih menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), menurutnya cuma 3% mahasiswa Indonesia yang mau jadi pengusaha.

"Waktu jadi ketua Hipmi saya survei mahasiswa dari Aceh sampai Papua, itu 83% dari totalnya itu pengin jadi karyawan, politisi dan LSM itu 14%, yang jadi pengusaha cuma 3%. Begitu ditanya mau kaya? Semuanya bilang mau kaya," kata Bahlil.

Simak video 'Asyik! UMP Tahun 2020 Naik 8,51%':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/zlf)