Kadin Kecewa BI Rate Turun 25 bp
Selasa, 09 Mei 2006 18:03 WIB
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) kecewa terhadap penurunan BI rate yang hanya sebesar 25 basis poin (bp) dari 12,75 persen menjadi 12,5 persen.Penurunan tersebut, dinilai tidak akan berdampak terhadap pergerakan sektor rill. Kadin menilai Bank Indonesia (BI) seharusnya memangkas BI rate 150-200 basis poin, sehingga pengaruhnya bisa signifikan."Dunia usaha complain, karena yang dibutuhkan setelah IHSG menguat, rupiah menguat selanjutnya menggairahkan dan meningkatkan sektor rill oleh BI dan pemerintah, dengan cara menurunkan suku bunga agar kita bisa kompetitif dengan negara lain. Seharusnya penurunannya itu berkisar 150-200 basis poin dan BI harus berani ambil risiko," kata Ketua Kadin MS Hidayat.Hal itu disampaikan Hidayat di sela-sela acara seminar Sino (Cina) Indonesia Relations: Subtantiating The Strategic Partnership Between Indonesia and China, yang diselenggarakan di Gedung CSIS, Jalan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (9/5/2006).Hidayat menilai, pencapaian makro ekonomi saat ini, tidak relevan dengan kondisi sebenarnya di sektor rill. Kondisi sektor rill yang terjadi saat ini, mengalami short modal working capital dan tingginya suku bunga."Ini membuat kita tidak kompetitif, apalagi daya beli masyarakat juga turun," tukas Hidayat.Seharusnya, ungkap Hidayat, pemerintah membuat kebijakan kondusif dengan membaiknya makro ekonomi. Pemerintah juga harus berani mengambil risiko dengan menurunkan suku bunga agar BI rate dan bank-bank pelaksana mau menurunkan suku bunganya.Menurut Hidayat, penurunan BI rate yang hanya 25 basis poin tidak akan diikuti oleh bank-bank pelaksana. Dengan BI rate saat ini, maka bunga yang didapat pengusaha masih sebesar 16-18 persen yang dinilai sangat tidak kompetitif.
(ir/)











































