Beras 'Anti Kerdil' Baru Diluncurkan Anies, Belinya di Mana?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 20:30 WIB
Screenshot Video YouTube Anies Baswedan.
Foto: Screenshot Video YouTube Anies Baswedan.
Jakarta -

Beras 'anti stunting' baru saja diluruskan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, produk beras fortifikasi itu dinamai FS Nutri Rice. Beras ini diyakini mampu meningkatkan gizi dan mempercepat upaya penurunan stunting alias kerdil di ibu kota.

Beras kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Food Station, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) akan menjadi pihak pendukung yang ikut mendistribusikan kepada warga.

Anies menyatakan beras fortifikasi ini akan dipasarkan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat umum.

"Kami mendukung semua pihak yang terlibat, yang upayanya telah sejalan dengan Program Prioritas Nasional untuk percepatan penurunan angka stunting. Hal ini karena kita telah banyak menyaksikan contoh masyarakat maju, dan berkembang, dikarenakan pemerintahnya telah menyiapkan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan warga," ujar Anies dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022).

Masyarakat DKI Jakarta yang mau membeli beras FS Nutri Rice ini dapat memperolehnya dengan kemasan 1 kg di 2.000 gerai Alfamart yang tersebar di Jabodetabek. Anies menjelaskan distribusi beras FS Nutri Rice akan dilakukan secara merata dan tepat waktu.

Maka dari itu menurutnya kolaborasi antara PT Food Station Tjipinang Jaya dengan stakeholder yang terlibat perlu terus dilakukan guna mempercepat penurunan stunting, kekurangan gizi, serta anemia yang dialami oleh masyarakat, khususnya warga Jakarta.

Anies juga berharap, produk ini bisa menjadi babak baru dan menjadi solusi bagi masyarakat Jakarta dalam membantu menyelesaikan masalah gizi, khususnya stunting. Serta diharapkan distribusi beras ini memiliki daya jangkauan yang luas.

Perlu diketahui, peluncuran beras fortifikasi FS Nutri Rice ini merupakan salah satu aksi strategis dan solusi percepatan penurunan stunting, gizi buruk, serta anemia bagi masyarakat DKI yang didistribusikan melalui skema Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial, Kartu Jakarta Pintar (KJP), Posyandu, Sarapan Pagi Anak Sekolah TK-SD-SMP, serta banyak program lainnya.