3 Fakta 'Orang Kaya Palsu' yang Suka Pamer Harta

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 20:00 WIB
kemewahan
Ilustrasi Pamer Kemewahan alias Flexing ala Orang Kaya Palsu (Foto: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Masyarakat Indonesia semakin suka memamerkan kemewahan di media sosial mulai dari pakaian merek mahal, liburan ke luar negeri, suka bagi-bagi uang, hingga memiliki private jet. Banyak dari mereka dijuluki 'crazy rich'.

Pertanda apakah itu? Berikut 3 faktanya:

1. Fenomena Flexing

Pakar Bisnis Profesor Rhenald Kasali mengatakan fenomena itu bernama flexing yang biasa terjadi di kehidupan bermasyarakat. Hal ini terjadi ketika orang doyan memamerkan sesuatu dalam hal ini kekayaannya.

"Flexing yang sudah saya singgung sebelumnya. Saya pernah mengatakan sekarang ini kok banyak orang yang katanya kaya, tapi kok kaya dipamer-pamerkan," tuturnya dilansir dalam akun Youtube pribadinya, Jumat (21/1/2022).

2. Orang Kaya Sebenarnya Tidak Suka Pamer

Pria yang juga Founder Yayasan Rumah Perubahan ini mengingat ada pepatah 'poverty screams, but wealth whispers', artinya orang kaya sesungguhnya tidak suka pamer dan menginginkan privasi. Fenomena flexing bisa diartikan mereka yang doyan pamer sebenarnya bukan orang kaya sesungguhnya.

"Jadi benar sekali bahwa orang-orang yang kaya itu tidak berisik, whispers. Jadi agak malu membicarakan tentang kekayaan. Jadi kalau orang masih melihat label harga, atau mempersoalkan uang berarti dia belum kaya. Jadi orang kaya itu biasanya diam-diam saja lah," tambahnya.

"Itu sebabnya orang-orang lama tidak mau menunjukkan kalau rumahnya mewah. Sekarang orang yang belum kaya tapi mengaku kaya, mungkin ini gayanya startup atau pengusaha baru saat ini. Sebaliknya pengusaha besar justru kalau ada situasi ekonomi apapun mengatakan tidak untung, rugi dan sebagainya," kata Rhenald.

3. Pamer untuk Dapat Endorse

Rhenald yang juga Guru Besar Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyebut dalam teori consumer behaviour memang ada yang namanya conspicuous consumption atau konsumsi yang sengaja ditunjukkan kepada orang lain. Fenomena ini bahkan sudah banyak digunakan untuk marketing.

"Cara flexing itu adalah marketing untuk membangun kepercayaan kepada customer dan akhirnya customer percaya dan menaruh uangnya,," tuturnya.

(aid/dna)