Buruh Wanti-wanti Penularan Omicron di Kawasan Industri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 19:02 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meminta pemerintah dan masyarakat mengoptimalkan pencegahan varian omicron. Ia mengatakan, langkah antisipasi diperlukan agar kasusnya tidak membludak.

"DKI Jakarta sudah mengalami lonjakan kasus sangat signifikan minggu ini. Tentu kita masih ingat saat seluruh fasilitas kesehatan sangat kewalahan menghadapi ledakan COVID-19 tahun lalu," katanya, Selasa (25/1/2022).

Ia melanjutkan, antisipasi terutama di kawasan industri dan juga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Kedua tempat tersebut dinilai sangat rentan penyebaran COVID-19 varian Omicron.

"PTM untuk anak-anak seharusnya dihentikan. Kita harus kedepankan kesehatan anak-anak dalam situasi meroketnya pertambahan kasus COVID-19. Begitu juga di kawasan industri diperketat untuk melindungi para buruh," jelasnya.

Andi Gani menilai, kalau kasus COVID-19 melandai, PTM bisa dilanjutkan.

"Setelah terkendali masalah Covid-19 PTM sangat mungkin dilanjutkan kembali," ucapnya.

Sebelumnya, 5 organisasi profesi medis yakni Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Indonesia Intensif Indonesia (PERDATIN), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI), serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengajukan surat permohonan kepada 4 kementerian mengenai PTM.

Surat permohonan tersebut ditujukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Dalam Negeri agar pihak-pihak pembuat kebijakan mengevaluasi proses PTM 100% pada kelompok usia kurang dari 11 tahun.

Permohonan tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan. Di antaranya kepatuhan anak-anak usia 11 tahun terhadap protokol kesehatan masih belum 100%. Selain itu belum tersedianya atau belum lengkapnya vaksinasi anak-anak usia kurang dari 11 tahun.

"Laporan dari beberapa negara, proporsi anak yang dirawat akibat infeksi Covid-19 varian omicron lebih banyak dibandingkan varian-varian sebelumnya. Apalagi, telah dilaporkan transmisi lokal varian Omicron di Indonesia, bahkan sudah ada kasus meninggal karena Omicron," kata Ketua Umum PDPI Agus Dwi Susanto.

(acd/dna)