ADVERTISEMENT

Kisah Warga Desa Miliarder Tuban, Dulu Kaya Sekarang Merana

Ainur Rofiq, Iffa Naila Safira - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2022 21:00 WIB
Musanam, warga yang ikut demo kilang Tuban
Foto: Ainur Rofiq
Jakarta -

Banyaknya uang yang diberikan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) ternyata tidak berakhir baik untuk kehidupan warga desa di Tuban. Sekitar bulan Desember 2020, warga Tuban ramai-ramai menjual tanahnya untuk pembangunan kilang Grass Root Refinery (GRR) hingga miliaran Rupiah.

Namun, keadaan warga desa di Tuban kini berbanding terbalik, lahan yang dulunya menghidupi mereka saat ini sudah habis terjual. Bahkan mereka sampai harus menjual hewan ternaknya untuk bertahan hidup.

"Punya 6 ekor sapi mas, sudah tak jual tiga ekor dan kini tersisa tiga. Sapi-sapi itu saya jual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," tutur Musanam di sela aksi demo di depan kantor proyek GRR Tuban, Senin (24/1/2022).

Keluarga Musanam dijanjikan pihak perusahaan akan diberikan pekerjaan. Tetapi selama satu tahun lebih, janji itu tidak kunjung didapatkan. Keluarganya tak juga diberi pekerjaan oleh PT PRPP.

Hal ini terbukti membuat mereka sangat membutuhkan bantuan untuk bisa terus bertahan hidup. Merespons isu ini, PT PRPP mulai buka suara. Dikutip dari keterangan rusmi yang diterima detikcom, Rabu (26/01/2022) begini penjelasannya.

Pertamina Janji Serap Warga Sekitar Kilang

Disinggung mengenai pengembangan sumber daya manusia di sekitar Tuban, Presiden Direktur Pertamina Rosneft Kadek Ambara Jaya menjelaskan bahwa seluruh kegiatan penyiapan lahan berupa land clearing tahap ke-3 yang diselesaikan pada tahun 2021 ini diselenggarakan dengan melibatkan lebih dari 300 pekerja, di mana 98% di antaranya adalah warga sekitar proyek.

Pelaksanaan pekerjaan land clearing tahap ke-1 hingga ke-3 sendiri telah melibatkan lebih dari 600 warga sekitar proyek.

"Pertamina Rosneft turut berpartisipasi dalam pembukaan lapangan kerja untuk masyarakat Tuban yang telah diwujudkan sejak 2 (dua) tahun terakhir. Sebagaimana filosofi Tri Hita Karana, kami berupaya menjalankan peran positif bagi sesama, kepada alam, dan kepada Tuhan," tuturnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT