Gara-gara Hal Ini, Harga Emas Dunia Amblas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 14:32 WIB
Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/1/2021). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (18/1) berada pada posisi Rp 944.000 per gram atau turun Rp4.000 dari perdagangan akhir pekan lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Harga emas kembali mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) diproyeksi melakukan pendekatan yang lebih agresif untuk mengatasi inflasi.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (27/1/2022), harga emas ditutup melemah pada hari Kamis setelah jatuh 1,5% pada sesi sebelumnya. Sebab, Gubernur The Fed Jerome Powell tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga di setiap pertemuan untuk mengendalikan inflasi.

Sementara, Goldman Sachs Group Inc menaikkan prospek emas 12 bulan menjadi US$ 2.150 per ounce dari US$ 2.000 menyusul komentar Powell tentang ekspektasi pertumbuhan AS yang lebih lambat, rebound di pasar negara berkembang tidak termasuk China, dan inflasi yang lebih cepat.

"Kombinasi pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi yang lebih tinggi ini akan menghasilkan permintaan investasi untuk emas, yang kami anggap sebagai lindung nilai inflasi defensif," kata analis termasuk Mikhail Sprogis dalam sebuah catatan pada hari Kamis.

Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$1,813,89 per ounce setelah sebelumnya sempat turun sebanyak 0,4%. Perak, platinum, dan paladium semuanya jatuh.



Simak Video "Harga Emas Naik, Warga di Parepare Ramai-ramai Jual Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)