Surplus Neraca Perdagangan Tahun 2007 Menipis
Rabu, 10 Mei 2006 10:35 WIB
Jakarta - Neraca perdagangan pada tahun 2007 diprediksi masih surplus, meski dalam jumlah yang lebih kecil. Hal ini terjadi karena meskipun ekspor tahun depan meningkat, tetapi impor barang modal masih tinggi."Saya rasa current account masih surplus, tapi menipis," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Gedung Departemen Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (9/5/2006) malam.Ia menjelaskan, perhitungan menipisnya surplus neraca pembayaran dengan prediksi growth yang lebih tinggi sehingga impor barang modal akan meningkat. Neraca pembayaran sendiri merupakan ekspor dikurangi impor. "Tapi total neraca pembayaran tergantung capital flow, kalau capital flow-nya masih kuat seperti sekarang, akan positif juga. Jadi secara total current account positif, capital account positif, seluruh neraca pembayaran positif," tambah Sri Mulyani.Sri Mulyani menambahkan, faktor yang mempengaruhi neraca pembayaran ada dua, yakni, pertama tekanan terhadap beberapa utang yang jatuh tempo tahun depan. Kedua, perkiraan ekspor mungkin masih sangat konservatif.Dengan melihat dia faktor tersebut plus beberapa faktor lain seperti masuknya aliran modal, maka pemerintah mematok kurs rupiah pada tahun 2007 adalah Rp 9.200 per dolar AS.
(qom/)











































