Jurus Holding BUMN Pangan Pacu Produksi Garam Nasional

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 28 Jan 2022 21:45 WIB
petani garam pantura. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto: dikhy sasra
Jakarta -

Holding pangan BUMN ID Food berupaya meningkatkan produksi garam nasional. Salah satu cara yang ditempuh adalah peningkatan penyerapan garam rakyat dengan menggandeng mitra petani garam.

Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Febriyanto mengatakan ID Food melalui PT Garam akan meningkatkan ekosistem pangan garam sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan garam.

"ID Food akan terus lakukan transformasi pengembangan bisnis di sektor garam, ID Food melalui PT Garam akan terus menopang ekosistem pangan garam dari hulu ke hilir melalui peningkatan kemitraan dengan petani garam," jelas Febri dalam keterangan resmi saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/01/2022).

Febri menambahkan ID Food terus menerima aspirasi dari para mitra petani garam. Dia menuturkan, dengan kolaborasi maka ID Food semakin mudah dalam berbenah di sektor garam.

"Di sektor garam, ID Food akan terus mengembangkan contract farming yang lebih kuat dengan petani untuk meningkatkan off take penyerapan garam rakyat," katanya.

Penyerapan itu, lanjut Febri, melalui skema kerjasama dengan petani dan koperasi untuk meningkatkan produktivitas. Serta, menghasilkan produk garam yang berkualitas.

Selain itu, ID Food akan berbenah mengembangkan fasilitas produksi untuk menjamin pasokan garam mentah, dan secara terus-menerus menjaga peran ID Food sektor garam dalam menyediakan garam konsumsi.

Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar mengatakan diharapkan dari kunjungan ini dapat dengan jelas mengenai isu pangan garam di Indonesia. Khususnya, terkait opini yang ada di masyarakat tentang garis pantai terpanjang ke-2 tetapi masih impor bisa terjawab.

"Perlu pengkajian lebih dalam mengenai klasifikasi garam konsumsi dan garam industri, seperti untuk industri penyamakan kulit dan aneka pangan, sehingga peran petani garam dapat masuk dalam pangsa pasar industri juga tidak bergantung pada garam impor," ujar Mindo.

Plt Direktur Utama PT Garam, Edi Masrianto, menambahkan bahwa PT Garam berkomitmen melakukan penyerapan yang bekerjasama dengan koperasi petani garam.

"PT Garam telah melalukan bimbingan teknis sehingga garam hasil petani garam menjadi kualitas premium namun petani garam juga berharap bahwa penyerapan garam rakyat dapat dilakukan rutin," ungkap Edi.



Simak Video "Ahli Gizi Jawab soal Diet Harus Batasi Garam dan Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)