Terpopuler Sepekan

Sengit! Adu Paham Faisal Basri Vs Suharso Monoarfa soal Ibu Kota Baru

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 29 Jan 2022 14:00 WIB
Sahut-sahutan Suahrso Vs Faisal Basri
Foto: Sahut-sahutan Suahrso Vs Faisal Basri (Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Ekonom Senior Faisal Basri mengaku tersinggung saat kritikannya soal Ibu Kota Negara (IKN) baru dibilang geli oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

"Menteri Bappenas itu jangan naif lah, saya tersinggung terus terang. Jadi jangan mempertanyakan kredibilitas saya. Ya jadi kalau personal seperti itu, dan apakah data saya tidak valid? Faktanya itu ada semua, jadi jangan dianggap remeh itu semua," ungkap Faisal dalam acara 'Adu Perspektif' detikcom, Rabu (26/1/2022) lalu.

Pernyataan itu berawal saat Faisal Basri menyampaikan kritikan pedas kepada pemerintah yang dinilai ingin buru-buru memindahkan IKN ke Kalimantan Timur.

Dia menyampaikan jika di wilayah tersebut banyak lahan yang dikelola oleh Prabowo Subianto dan Sukanto Tanoto. Kemudian masih ada juga lubang-lubang bekas galian tambang yang ditinggalkan oleh perusahaan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Harusnya diaudit dulu, kerusakan lingkungannya berapa. Ada pembersihan dari dosa-dosa masa lalu juga. Nah ini semua harus jelas sebelum Pak Jokowi selesai, karena itu pemindahan Ibu Kota harus secepat mungkin supaya investor oligarki ini punya kepastian," ungkap Faisal dalam acara 'Adu Perspektif' detikcom, Rabu (26/1/2022).

Menanggapi hal tersebut, Suharso Monoarfa mengaku geli dengan pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Faisal Basri.

"Masa sederhana cara berpikirnya, menurut saya nggak pasti. Apalagi lahan di sana, dia bilang kan banyak dikuasai oleh ini-ini dan seterusnya. Saya kira beliau harus mencari tahu benar informasi mengenai lahan itu, penguasaan negara berapa, masyarakat berapa dan badan hukum berapa itu semua terbuka," jelas dia.

Menurut Suharso ada Undang-undang yang mengatur kepentingan publik di daerah tersebut. Karena itu tidak mungkin ada keuntungan yang didapatkan dari pemilik konsesi. Suharso mengharapkan Faisal bisa mengedukasi kontra pemindahan ibu kota ini dengan cara yang baik.

"Sebagai orang yang mengerti persoalannya mesti bisa memberikan edukasi, artinya kalau mau mengkritik oke. Pro dan kontra terhadap IKN itu sah-sah saja. Tapi bagaimana cara membawakan yang kontra dan yang pro supaya bisa diterima," jelasnya.

Mengetahui pernyataan dari Suharso, Faisal Basri mengaku tersinggung. Ia menegaskan jangan meremehkan data yang dia dapat.

"Menteri Bappenas itu jangan naif lah, saya tersinggung terus terang. Jadi jangan mempertanyakan kredibilitas saya. Ya jadi kalau personal seperti itu, dan apakah data saya tidak valid? Faktanya itu ada semua, jadi jangan dianggap remeh itu semua," imbuh Faisal Basri.

(eds/eds)