Faisal Basri: Tax Ratio Turun Terus Karena Kongkalikong

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 29 Jan 2022 15:30 WIB
Faisal Basri Berbicara Mengenai Sektor Energi dan Industri

Pengamat Ekonomi, Faisal Basri melakukan bincang bersama wartawan perihal Holding BUMN Migas di Jakarta, Jumat (16/3/2018).


Selain berbicara mengenai Holding BUMN Migas Mantan Ketua Tim komite Tata Kelola Migas Faisal Basri berbicara mengenai isu isu di sektor energi dan industri. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ekonom senior Faisal Basri menyebut instansi yang pegawainya paling banyak ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Sejalan dengan itu, menurut dia rendahnya rasio pajak atau tax ratio di Indonesia disebabkan adanya kongkalikong antara petugas pajak dan wajib pajak (WP).

"Tax ratio turun terus karena kongkalikong. Saya rasa salah satu instansi yang paling banyak ditangkap KPK adalah Direktorat Jenderal Pajak kan," katanya dalam webinar, Sabtu (29/1/2022).

Kongkalikong yang dimaksud dia di sini adalah wajib pajak membayar pajak lebih kecil daripada yang seharusnya. Hal itu membuat penerimaan pajak negara lebih rendah.

"Jadi tax ratio turun menyebabkan pemerintah makin lemah untuk membiayai kebutuhannya. Oleh karena itu utang, utang harus dibayar oleh generasi yang akan datang, keadilan antar generasi menjadi tidak tegak," tuturnya.

Menurutnya apabila korupsi di instansi perpajakan terus terjadi maka rasio pajak Indonesia akan terus berada di urutan buncit dibandingkan negara lain.

"Semakin parah korupsi, semakin jelek kinerja pajak kita, sehingga tax ratio kita itu nomor 127 dari 140 negara, jadi efeknya obvious (nyata)," tambah Faisal.

(toy/eds)