Pinjaman Cina ke PLN Diharapkan Turun Tahun Ini
Rabu, 10 Mei 2006 15:29 WIB
Jakarta -
Komitmen Cina untuk ikut mendanai pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW) kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) diharapkan bisa turun tahun ini.Pinjaman ini bersifat business to business (B to B) sehingga tidak dijamin oleh pemerintah. Pinjaman ini berupa fasilitas kredit ekspor."Cina siap memberikan dana yang murah, cepat dan tepat waktu," kata Menneg BUMN Sugiharto di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (10/5/2006).Meski belum bisa memastikan kapan bantuan dari Cina tersebut bisa direalisasikan, Sugiharto berharap pinjaman tersebut bisa keluar tahun ini. Salah satu opsinya melalui pembiayaan ekspor."Ini tanpa jaminan pemerintah karena melalui proses B to B," ujar Sugiharto.Walaupun pinjaman ini tidak dijamin pemerintah, Sugiharto melihat bunga yang akan diberikan Cina tidak mesti komersial."PLTU Cilacap saja bunganya hanya 3,8 persen untuk 8 tahun, jauh lebih murah dibanding rate Indonesia," tutur Sugiharto.Menurut Sugiharto, Cina saat ini memiliki surplus perdagangan yang cukup besar dan cadangan devisa yang tinggi.Maka tidak heran jika Cina tertarik memberikan fasilitas ekspor, karena negeri tirai bambu itu perlu mendorong ekspor belanja modalnya ke luar negeri."Kalau tidak maka terjadi overheating," tukas Sugiharto.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































