Harta Kakek Tajir Ini Meroket Sendiri Saat yang Lain Anjlok!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 31 Jan 2022 09:37 WIB
10 Orang Terkaya Dunia
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Minggu-minggu pertama di 2022 menjadi kabar buruk bagi para orang terkaya di dunia, pasalnya kekayaan bersih mereka anjlok di awal tahun ini. Tapi, hal itu tidak terjadi pada Warren Buffett.

Dari 10 orang terkaya di dunia, cuma satu yang mengalami peningkatan kekayaan bersihnya di awal tahun ini. Warren Buffett orangnya. Dia telah memperoleh sekitar US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 34 triliun selama 2022 menjadikan total hartanya mencapai US$ 111 miliar atau sekitar Rp 1.587 triliun.

Dilansir dari CNBC, Senin (31/1/2022), minggu ini, ketua dan CEO Berkshire Hathaway itu menyalip Mark Zuckerberg untuk melompat kembali ke posisi No. 6 dalam peringkat orang terkaya global menurut Bloomberg Billionaires Index.

Kebanyakan orang terkaya dunia mengalami penurunan kekayaan karena jatuhnya nilai saham teknologi. Kebetulan, kebanyakan orang terkaya di dunia memang merupakan pemilik, pendiri, atau pimpinan dari perusahaan teknologi. Maka saat saham teknologi anjlok, kekayaannya ikut turun.

Jatuhnya saham teknologi baru-baru ini telah menurunkan kekayaan orang terkaya di dunia Elon Musk, CEO Tesla mencatat penurunan harta sebesar US$ 54 miliar selama 2022 berjalan.

Pendiri Amazon Jeff Bezos juga telah kehilangan US$ 27,8 miliar. Satu penderitaan, pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin pun masing-masing kehilangan lebih dari US$ 12 miliar, sementara bos Facebook Mark Zuckerberg hartanya turun US$ 15,2 miliar.

Lalu apa sebenarnya yang membuat harta Warren Buffet tidak ikut anjlok?

Tidak seperti orang kaya lainnya, yang kekayaan bersihnya sebagian besar terkait dengan perusahaan teknologi mereka. Buffett dengan Berkshire Hathaway memiliki portofolio yang terdiversifikasi secara luas, hal ini yang memungkinkannya mengatasi anjloknya saham teknologi.

Buffett telah lama merekomendasikan agar investor memasukkan uang mereka ke dalam dana indeks, yang menahan setiap saham dalam indeks, membuat mereka terdiversifikasi secara otomatis. S&P 500, misalnya, mencakup perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Coca-Cola, dan Google.

Pada tahun 2017, Buffett mengatakan bagi orang yang ingin membangun tabungan pensiun mereka, dana indeks yang terdiversifikasi menjadi pilihan yang paling masuk akal.

"Secara konsisten beli dana indeks berbiaya rendah S&P 500," ujar Warren Buffett.

Simak juga Video: Warren Buffett, Orang Terkaya Dunia yang Senang Berdonasi

[Gambas:Video 20detik]



(hal/eds)