Kolom

Menjaga Laut Sehat untuk Kehidupan Lebih Baik

Sakti Wahyu Trenggono - detikFinance
Senin, 31 Jan 2022 15:46 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
Foto: KKP
Jakarta -

Ekologi adalah panglima dalam mengelola sektor kelautan dan perikanan. Hal ini selalu saya tegaskan kepada seluruh jajaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam merancang kebijakan ataupun program kerja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui aktivitas yang memanfaatkan ruang laut.

Berbicara tentang kesehatan laut, kaitannya tentu tidak sebatas nilai ekonomi, tapi juga masa depan makhluk hidup di bumi.

Kita harus ingat, bahwa laut merupakan produsen oksigen dan penyerap emisi karbon yang andal. Kondisi laut turut mempengaruhi perubahan iklim yang memicu terjadinya anomali cuaca, perubahan perilaku beragam biota di dalamnya, hingga bencana alam yang merenggut harta bahkan nyawa.

Di samping itu, laut juga menjadi "meja makan" yang menopang ketahanan pangan dunia. Setiap tahun, ada jutaan ton ikan yang diangkut dari laut untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat global.

Belum lagi, laut merupakan jalur transportasi bagi kapal-kapal pembawa logistik yang dibutuhkan setiap negara dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Lantas, kenapa kita masih abai dengan kesehatannya?

Menjelang akhir Januari ini, KKP bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, pelajar, asosiasi nelayan, hingga penggiat lingkungan, bahu membahu membersihkan sampah di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul.

Kegiatan bersih pantai dan laut ini sekaligus Kick Off Bulan Cinta Laut dimana harapannya menjadi gerakan nasional yang dilakukan masif di seluruh pesisir Indonesia.

Menjaga laut tetap sehat memang harus dilakukan bersama-sama. Tidak bisa ditumpukan pada satu pihak, lembaga, bahkan satu negara. Sebab ketika laut murka, tanpa pandang bulu, siapapun, negara manapun bisa kena imbasnya.

Perihal menjaga kesehatan laut, tentunya tidak selesai hanya dengan membersihkan sampah yang berserakan di pantai maupun yang mengapung di lautan karena banyak indikator yang mempengaruhinya. Namun di sini, saya mengajak kita semua untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola sampah yang dihasilkan.

Program KKP sinergi dengan ekonomi sirkular. Klik halaman berikutnya