PLTGU Cilegon Mulai Pasok Listrik Jawa-Bali
Kamis, 11 Mei 2006 14:01 WIB
Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Cilegon mulai hari ini sudah bisa memasok kebutuhan listrik Jawa-Bali. Namun pada tahap awal baru bisa menyuplai 60 mega watt (MW).Proses sinkronisasi ke dalam sistem interkoneksi Jawa-Bali ini mundur dua pekan dari rencana semula akhir April 2006, karena belum siapnya pasokan gas. PLTGU Cilegon baru mendapat pasokan gas dari CNOOC Selasa 9 Mei lalu.PLTGU Cilegon baru bisa memasok listrik secara penuh untuk commercial operating pada akhir 2006 sebanyak 740 MW."Target kita sebenarnya pada akhir April, cuma karena ada kendala pasokan gas, baru bisa dilaksanakan hari ini," kata GM PLTGU Cilegon, Yusuf Suntoro di PLTGU Cilegon yang berlokasi di daerah Bojonegara, Banten, Kamis (11/5/2006).PLTGU ini memiliki 3 unit pembangkit. Masing-masing 2X240 MW dan 1X260 MW yang total seluruhnya sekitar 740 MW.Dari tiga pembangkit tersebut, sebanyak dua pembangkit memiliki combine cycle power, yang dapat menggunakan bahan bakar solar (high speed diesel/HSD) jika pasokan gas terhambat.Untuk tahap pertama, pasokan gas yang akan dialirkan sebanyak 30 mmbtu (million metric british thermal unit) per hari dan tahap kedua sebesar 50 mmbtu per hari. Sedangkan pada saat commercial operating akan mencapai 80 mmbtu per hari.Sementara juru bicara PLN Muljo Adji mengatakan, beroperasinya PLTGU ini, pada tahun 2006 akan terjadi penghematan BBM sekitar 420 kiloliter (kl) atau setara dengan Rp 2,2 triliun.Pada tahap pertama yang berlangsung sekitar Mei-Desember 2006, listrik yang akan dihasilkan sekitar 1.400 juta kwh. Sedangkan pada tahun 2007, akan terjadi penghematan BBM sekitar 2 juta kl senilai Rp 9,2 triliun, dengan menghasilkan listrik sekitar 5,843 juta kwh per tahun.Pembangunan PLTGU ini menghabiskan biaya sekitar US$ 345 juta. Dananya berasal dari bantuan JBIC dengan bunga 4 persen, grace periode selama 4 tahun serta masa tenor 20 tahun.Pasokan gas PLTGU Cilegon akan diambil dari lapangan Zelda sekitar Teluk Banten milik CNOOC. Harga gas yang digunakan flat sekitar US$ 2,68/mmbtu selama kurang lebih 12 tahun.
(ir/)











































