Mau Geruduk DPR, Buruh Curiga Ada Akal-akalan UU Cipta Kerja

ADVERTISEMENT

Mau Geruduk DPR, Buruh Curiga Ada Akal-akalan UU Cipta Kerja

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Minggu, 06 Feb 2022 20:02 WIB
omnibus law cipta kerja
Foto: omnibus law cipta kerja (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan UU Cipta Kerja yang sudah dinyatakan Mahkamah Konstitusi (MK) inkonstitusional bersyarat dan cacat formal tidak perlu dibahas DPR dan Pemerintah lagi.

Jika masih nekat dibahas, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) megancam akan ada kampanye besar-besaran untuk tidak memilih partai politik pendukung UU Cipta Kerja, khususnya di klaster ketenagakerjaan.

Selain itu, bila pemerintah dan DPR terus memaksakan kehendak dan tidak melibatkan partisipasi publik untuk membahas UU Cipta kerja yg didahului revisi UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (P3), maka akan ada pemogokkan produksi.

"Serikat buruh setidak-tidaknya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia akan menyerukan pemogokan setop produksi. Kami sudah lelah dibohongi DPR, sudah lelah dikhianati DPR," ujar Ketua KSPI ini, saat konferensi pers, Minggu (06/02/2022).

Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan, besok, Senin (07/02/2022), ribuan buruh akan menggelar aksi di Gedung DPR RI, Jakarta, menuntut UU Cipta Kerja tidak perlu lagi dibahas.

"Aksi ini dalam rangka terus mengawal dan memastikan bahwa UU Cipta Kerja tidak dibahas oleh DPR dengan kata lain dikeluarkan dari prolegnas (Program Legislasi Nasional) pembahasan antara DPR RI dan pemerintah," katanya.

Iqbal mengaku mendapat informasi ada upaya merevisi UU P3. "Pembahasan UU P3 akan dijadikan pintu masuk pemerintah dan DPR untuk membahas kembali UU Cipta Kerja. Padahal pembentukan UU P3 tersebut tidak pernah melibatkan partisipasi publik," ujarnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT