ADVERTISEMENT

Ekonomi RI Masih Berpusat di Jawa, Pindah Ibu Kota Jadi Solusi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 07 Feb 2022 12:55 WIB
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2018 tumbuh 5,2%. Pertumbuhan itu didukung dengan capaian penerimaan pajak maupun nonpajak.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 3,69%. Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar dalam perekonomian Indonesia sebesar 57,89%.

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan andil Pulau Jawa terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 57,89% dengan pertumbuhan 3,66%. Kemudian diikuti Sumatera dengan andil 21,7% dan pertumbuhan 3,18% dan Kalimantan andil pertumbuhan ekonominya 8,25% dengan pertumbuhan 3,18%.

Selanjutnya Sulawesi dengan andil ekonomi 6,89% dan pertumbuhannya 5,67%. Maluku dan Papua memiliki andil 2,49% dan pertumbuhan ekonomi 10,09%.

Apakah dengan pindah Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur bisa menggeser perekonomian secara spasial? Margo mengungkapkan dipastikan akan ada perubahan.

"Pastinya akan terjadi perubahan, karena secara teori ada aktivitas ekonomi di ibu kota baru. Tapi pergerakan seberapa besar tergantung aktivitas di sana," kata dia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).

Namun dia mengungkapkan BPS belum bisa memprediksi berapa banyak pergeseran yang akan terjadi. "Tapi ini kan sesuatu yang belum terjadi, belum bisa diprediksi perubahannya dan aktivitasnya secara spasial," jelas dia.

Sebagai informasi, BPS hari ini mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 sebesar 3,69%, sedangkan secara kuartalan tumbuh 1,06%.

Margo kembali menegaskan pertumbuhan ekonomi secara kuartalan, tahunan, dan setahun penuh 2021. Secara tahunan, kuartal IV-2021 dibandingkan kuartal IV-2020 ekonomi Indonesia tumbuh 5,02%.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT