Anggota DPR: Mendag Harus Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Senin, 07 Feb 2022 14:21 WIB
Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih
Foto: dok Golkar
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, I Gede Sumarjaya Linggih (Demer) mendesak Menteri Perdagangan (Mendag) RI M. Lutfi agar segera mencari solusi untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di sejumlah daerah. Dia juga meminta jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan operasi pasar, agar program harga minyak goreng terjangkau dapat terlaksana dengan baik.

Demer mendorong Kemendag melakukan upaya untuk mencegah penimbunan minyak goreng oleh oknum yang tak bertanggung jawab, serta mengawasi rantai pasokan minyak goreng di sejumlah daerah.

"Mendag harus bisa memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran," kata Demer dalam keterangan tertulis, Senin (7/2/2022).

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali ini mengingatkan Mendag harus mampu mengawal dan melaksanakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng dengan ketentuan harga minyak goreng curah Rp 11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter.

"Ini yang harus benar-benar dikerjakan oleh Mendag Lutfi secara maksimal. Ini untuk kepentingan rakyat," terang Demer.

Selain mengawal pelaksanaan HET, dia juga meminta Kemendag untuk melaksanakan program-program domestic market obligation dan domestic price obligation. Hal ini dalam rangka menjaga stabilitas harga minyak goreng.

Diketahui, kenaikan harga minyak goreng sudah terjadi sejak akhir November 2021. Selain mahal, ketersediaannya juga semakin minim. Bahkan terjadi kelangkaan minyak goreng di sejumlah daerah yang menyebabkan masyarakat melakukan panic buying.

"Wajar mereka ketakutan minyak goreng semakin mahal dan semakin susah didapatkan, karena ini salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Terlebih bagi pelaku UMKM yang tentunya sangat dirugikan karena mahal dan langkanya minyak goreng ini," tutur Demer.

Demer menyayangkan masalah harga minyak goreng yang terus berlanjut dan semakin sulit dikendalikan karena dirasa lambat ditangani.

"Seandainya, Mendag bisa lebih cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan ini sejak awal, saya kira masalah ini bisa lebih cepat selesai dan tak perlu menyengsarakan rakyat lebih lama," tutur Demer.

Demer juga tak menampik jika munculnya dugaan penghilangan barang saat pemerintah mulai melakukan operasi pasar besar-besaran. Ia menduga hal itu dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu ia juga meminta Mendag untuk memberantas kartel-kartel minyak goreng yang menyengsarakan rakyat.

Jika masalah ini berlarut-larut, Demer memperkirakan kondisi ini akan dapat mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi yang sudah dilakukan oleh pemerintah selama masa pandemi.

"Sudah saatnya kartel minyak goreng ini diberantas," tukasnya.



Simak Video "Pimpinan DPR Minta Pemerintah Stabilkan Harga Minyak Goreng"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)